Weekly Review Soft Commodities Coffee , Cocoa, Sugar

428

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Jumat 10 September harga soft commodities mixeed, dengan harga kopi Arabika naik sedikit ke masih sedkit diatas harga terendah 2 minggu dan harga kopi Robusta turun ke harga terendah 1 minggu, Harga gula turun ke harga terendah 1 bulan dan harga kakao turun ke harga terendah 1 minggu

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik sedikit turun namun masih diatas harga terendah hari Kamis. Harga kopi Arabika turun ke harga terendah 2 minggu dan harga kopi Robusta turun ke harga terendah 1 minggu karena ICO menaikkan surplus kopi global 2020/21 menjadi 2.63 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2.02 juta kantong

Harga gula turun ke harga terendah 1 bulan , karena meningkatnya produksi gula di Brazil, naik 0.7% dari tahun lalu, juga kenaikan produksi Thailand 44 % dari tahun lalu.

Harga kakao turun ke harga terendah 1 minggu karena tanda bahwa persediaan melimpah di Ivory Coast, setelah pengumuman Pemerintah pada hari Senin bahwa kumulatif kakao yang di kirim petani dari 1 Oktober – 5 September naik 6.1% dari tahun lalu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Desember naik 60 sen (0.32% ) menjadi $188.05 dan harga kopi Robusta Desember turun 0.10%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167.584 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.633 juta kantong dari surplus 5.086 juta kantong di 2019/20 menurut ICO
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan Agustus turun 16% dari tahun lalu menjadi 915,000 juta kantong menurut The Colombia Coffee Growers Federation
  • Ekspor kopi global dari Oktober – Juni naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 98.545 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi Robusta global di Oktober – Juni turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 35.234 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Agustus 2021 turun 6.9% dari tahun lalu menjadi 1.071 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS naik 5.1% dari bulan lalu menjadi 9 bulan tertinggi menjadi 6.074 juta kantong tapi masih turun 13.9% dari tahun lalu.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $ 182 dan berikut ke $ 176 sedangkan resistant pertama di $ 191 dan berikut ke $ 194.

GULA
Harga gula Oktober turun di ICE New York 45 sen (2.34%) menjadi $18.79 dan harga gula putih Oktober turun 2.23%

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.18% dari tahun lalu menjadi 170.638 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit 3.829 MMT dari defisit 1.453 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 10.5% dari tahun lalu 36.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT di 2020/21 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand diperkirakan naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT menurut the Thailand Sugar Millers Corp.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $18.30 dan berikut ke $ 17.90 sedangkan resistant pertama di $ 19.10 dan berikut ke $19.40

KAKAO
Harga kakao Desember di ICE New York turun $70 (2.62%) menjadi $2,603 per ton dan harga kakao di London turun 1.22%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4% dari tahun lalu menjadi 4. 860 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 230,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 29 Agustus naik 6.2% dari tahun lalu menjadi 2.41 MMT.
  • The Ghana Cocoa Board membeli 1.03 MMT kakao dari petani pada 1 Oktober sampai 19 Agustus, masih tinggal 6 minggu lagi berakhirnya tahun marketing 2020/21.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,600 dan berikut ke $2,570 sedangkan resistant pertama di $2,610 dan berikut ke $2,670

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here