Mencermati Waktu Tapering The Fed AS – Market Mover 15 September 2021 by Asido Situmorang

277

(Vibiznews – Market Mover) Pasar perdagangan global mencermati hasil Inflasi AS bulan Agustus yang dirilis hari selasa kemarin yang menunjukkan inflasi naik kurang dari yang diperkirakan. Hasil inflasi tersebut memicu pertanyaan pasar akan waktu untuk The Fed mengurangi pembelian asetnya, apakah di akhir tahun ini atau berubah?

Data ekonomi AS masih terus menjadi perhatian. Data jobless claim mingguan AS yang akan dirilis Kamis malam masih menjadi perhatian, diindikasikan terjadi peningkatan. Jika terjadi peningkatan maka menggambarkan pasar tenaga kerja kurang baik, sehingga dapat memicu lagi pertanyaan apakah The Fed jadi mengurangi pembelian asetnya pada akhir tahun ini.

Bagaimanakah pengaruh data inflasi dan data jobless claim AS bagi perdagangan global?

Dari Pasar Forex, tapering yang dilakukan The Fed cenderung menguntungkan dolar karena menunjukkan The Fed selangkah lebih dekat menuju kebijakan moneter yang lebih ketat.
Ini juga berarti bank sentral akan membeli lebih sedikit aset utang, secara efektif mengurangi jumlah dolar yang beredar. Dengan inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan menimbulkan keraguan tentang pengurangan stimulus Federal Reserve tahun ini, yang membuat indeks dolar juga bergerak datar cenderung melemah. Maka ini menjadi peluang untuk mata uang saingannya seperti Poundsterling dan Euro untuk menguat.

Dari pasar Index, inflasi AS yang lebih rendah ditambah kekhawatiran peningkatan pandemi covid di AS menekan Bursa saham Wall Street. Pelemahan bursa AS membuat bursa-bursa saham global ikut terseret lemah. Bursa Asia berakhir turun mengikuti Bursa Wall Street. Terpantau Bursa Eropa bergerak flat cenderung lemah mengikuti pelemahan bursa AS dan Asia.

Dari pasar Komoditas, Harga emas bertahan di atas level psikologis utama $1.800
karena dolar dan imbal hasil obligasi berada di bawah tekanan setelah kenaikan inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan menyebabkan ketidakpastian kapan bank sentral AS akan mulai mengurangi pembelian asetnya. Sedangkan Harga minyak naik setelah data industri menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan dalam pasokan minyak mentah di Amerika Serikat, dan pada ekspektasi bahwa permintaan akan pulih karena semakin meluasnya pelaksanaan vaksin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here