Harga Kopi Naik Karena Melemahya Indeks Dolar

242

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi pada hari Rabu naik tinggi karena melemahnya dolar sehingga membuat harga kopi naik dan cuaca kering di Brazil.

Harga kopi Arabika Desember di ICE New York naik $1.90 (1.02%) menjadi $187.35 dan harga kopi Robusta naik 0.92%.

Pengaruh cuaca kering diatas normal di Brazil mendorong harga kopi naik, setelah Somar Meteorologia pada hari Senin melapokan bahwa di Minas Gerais, daerah perkebunan kopi 30% dari seluruh perkebunan kopi di Brazil menerima curah hujan hanya 10 mm atau 78% dari rata-rata pada minggu lalu. Maxar pada hari Senin memperkirakan hujan sedikit pada minggu ini di Minas Gerais dan suhu masih di atas normal.

Waktu yang penting saat pohon kopi sedang berbunga dimulai pada bulan ini dengan kekurangan hujan yang terjadi akan menyebabkan pohon kopi yang berbunga berkurang sehingga mengurangi hasil kopi. Tingkat kelembaban sudah mencapai tingkat kritis karena air tanah di Minas Gerais antara 0 – 30% dimana pertumbuhan tanaman memerlukan kelembaban 60%.

Harga kopi Arabika turun ke harga terendah 3 minggu pada hari Selasa karena persediaan sekarang melimpah setelah the International Coffee Organization (ICO) pada hari Rabu lalu menaikkan surplus kopi global 2020/21 menjadi 2.63 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2.02 kantong.

Harga kopi Robusta naik dibawah sedikit harga tertinggi 4 tahun pada hari Rabu karena persediaan dari Vietnam, negara produsen kopi Robusta terbesar di dunia. Container untuk pengiriman kopi langka sehingga sehingga mengurangi ekspor kopi pada masa yang akan datang sehingga harga kopi naik. Kenaikan penderita covid di Vietnam membuat Perdana Menteri Vietnam melakukan pengetatan dan penjagaan tentara di jalan di kota Ho Chi Minh City dan beberapa propinsi lain juga membuat rakyat Vietnam tidak dapat meninggalkan rumah. Ekspor kopi Vietnam turun setelah Vietnam ‘s General Department of Customs melaporkan bahwa ekspor kopi Vietnam di bulan Agustus turun 4.5% dari bulan lalu menjadi 105,000 MT walaupun ekspor kumulatif Vietnam dari Januari – Agustus turun 6.9% dari tahun lalu menjadi 1.071 MMT.

Cecafe pada hari Senin melaporkan bahwa ekspor kopi hijau Brazil turun 28% dari tahun lalu menjadi 2,336,646 kantong.

Volcafe pada hari Rabu lalu mengurangi perkiraan produksi kopi Arabika menjadi 30.9 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 33 juta kantong, hasil panen terkecil dalam 14 tahun.

Harga kopi Arabika naik karena Laporan dari Colombia pada hari Selasa bahwa persediaan kopi dari Colombia turun 16% dari tahun lalu menjadi 915,000 kantong menurut the Colombia Coffee Growers Federation.

Laporan ICO pada 31 Agustus bahwa total ekspor kopi global dari Oktober sampai Juli naik 2.1% dari tahun lalu menjadi 108.92 juta kantong.

CONAB pada 25 Mei memperkirakan produksi kopi Brazil di 2021 akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun di 48.8 juta kantong

Persediaan kopi Arabika 28 Juli naik ke jumlah tertinggi 1 3/4 tahun menjadi 2.190 juta kantong dari jumlah terendah 21 tahun di 5 Oktober di 1.096 juta kantong. Persediaan kopi Robusta pada 20 Mei naik ke jumlah tertinggi 4 tahun sebesar 16,017 lot naik dari jumlah terendah 10 bulan di 13,274 lot hari . Persediaan kopi Arabika dalam pengawasan di ICE pada hari Rabu 2.161 kantong.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $182 dan berikut ke $176 sedangkan resistant pertama di $194 dan berikut ke $ 201.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here