Harga Kakao Di ICE New York Turun Karena Menguatnya Indeks Dolar

371

(Vibiznews – Cocoa ) – Harga kakao pada penutupan pasar hari Kamis mixed.   Harga kakao di ICE NewYork turun menguatnya indeks dolar ke kurs tertinggi 2 ½ minggu pada hari Kamis. Sedangkan Kakao di London mengalami kenaikan karena GBP/USD turun ke terendah 1 minggu.

Harga kakao Desember di ICE New York turun $6 (0.23%) menjadi $2,657 per ton dan harga kakao Desember di ICE London naik 0.39%.

Harga kakao terlihat meningkat karena permintaan kakao global meningkat setelah Gepex, gabungan eksportir kakao dari 6 negara penghasil kakao terbesar melaporkan pada hari Senin bahwa kakao yang diproses naik 22.4% dari tahun lalu menjadi 54,459 MT.

Persediaan kakao melimpah menurut laporan dari pemerintah Ivory Coast pada hari Senin yang mengatakan petani mengirim 2.44 MMT kakao ke Ivory Coast dari 1 Oktober – 12 September naik 6.6% dari tahun lalu.

Meningkatnya persediaan kakao di Ghana, negara penghasil kakao terbesar ke dua di dunia sehingga harga kakao turun, The Ghana Cocoa Board pada 2 September membeli 1,03 MMT kakao dari petani pada 1 Oktober sampai 19 Agustus, jumlah tertinggi dalam 10 tahun terakhir. the Ghana Cocoa Board.

Harga kakao melanjutkan penurunan pada 31 Agustus setelah ICCO menaikkan perkiraan produksi kakao global di 2020/21 menjadi 5.14 MMT Dari perkiraan sebelumnya 5.02 MMT dan menaikkan perkiraan surplus kakao global menjadi 230,000 MT dari perkiraan sebelumnya 165,000 MT.

Sebenarnya tren harga kakao sedang naik karena tanda bahwa permintaan coklat meningkat di AS, setelah IRI melaporkan pada 3 September penjualan retail coklat di AS sampai 8 Agustus naik 6.3% dari tahun lalu.

Persediaan kakao di AS membuat harga naik setelah persediaan kakao AS yang dalam pengawasan ICE membuat persediaan kakao AS pada hari Jumat lalu turun ke harga terendah 3 ¼ bulan turun dari rekor tertinggi di 5.86 juta (data dari 1999) pada 30 Juni dan pada hari Kamis persediaan sebesar 5.534 juta kantong.

Harga kakao cenderung turun karena penyebaran covid delta yang semakin meningkat sehingga dapat menurunkan aktivitas perekonomian dan akan mengurangi permintaan komoditas termasuk kakao. Penyebaran virus covid Delta membuat terjadinya lockdown di Asia dan Australia akan mengurangi aktivitas ekonomi sehingga mengganggu permintaan komoditi termasuk kakao.

Rata-rata penderita covid baru selama 7 hari terakhir di AS naik ke jumlah 7 1/2 bulan tertinggi pada hari Rabu lalu 171,850

Permintaan kakao global meningkat dan merupakan faktor positif bagi harga kakao. The Cocoa Association of Asia pada 16 Juli mengatakan pada kuartal ke 2 kakao yang digiling di Asia naik 9% dari tahun lalu menjadi 220,865 MT naik 4% diatas perkiraan mencapai rekor pada Q2. The National Confectioners Association bahwa permintaan kakao di Amerika Utara di Q1 naik 11.7% dari tahun lalu menjadi 123,719 MT naik 6% dari tahun lalu. Permintaan kakao Eropa naik setelah European Cocoa Association melaporkan pada 13 Juli bahwa kakao yang di giling di kuartal 2 di Eropa naik 14% dari tahun lalu menjadi 356,854 MT lebih baik dari perkiraan yang naik 7.5% dari tahun lalu kenaikan pada kuartal ke dua tertinggi dalam 10 tahun.

Analisa tehnikal untuk kakao support pertama di $2,600 dan berikut di $2,570 sedangkan resistant pertama di $2,710 dan berikut di $2,740.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here