Pasar Sideways, Neraca Perdagangan Surplus Tinggi — Domestic Market Outlook, 20-24 September 2021 by Alfred Pakasi

485

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 mencapai 4,74 miliar dolar AS dan merupakan surplus tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
  • Pasar keuangan bergerak agak sideways di tengah aliran modal yang sedikit outflow. Rupiah terkoreksi terbatas dari sekitar 3 bulan terkuatnya.
  • Kembali, penurunan yang berlanjut pada kasus baru Covid-19 serta tingkat kesembuhan yang tinggi tetap mengangkat optimisme pasar.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 4.185 ribu orang terinfeksi, 3.976 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan tinggi 95,0%, dan 140 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 20-24 September 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau rebound dalam pergerakan yang masih sideways di sekitar area konsolidasinya sebulan terakhir. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya variatif. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0,63%, atau 38,373 poin, ke level 6.133,246. Untuk minggu berikutnya (20-24 September 2021), IHSG kemungkinan masih berkonsolidasi dengan bias menguat. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.263 dan 6.358. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.938, dan bila tembus ke level 5.884.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terkoreksi setelah rally tiga minggu dalam pergerakan yang terbatas secara mingguannya, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah tipis 0,18% ke level Rp 14.227. Sementara, dollar global terpantau sedang menguat. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan turun kembali, atau kemungkinan rupiah balik menguat setelah sempat meninggalkan overbought-nya, dalam range antara resistance di level Rp14.350 dan Rp14.447, sementara support di level Rp14.176 dan Rp14.143.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau stabil dengan turun tipis secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik tipis yields obligasi dan berakhir ke 6,163% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury menanjak bertahap pada empat minggu ini.

===

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia Agustus 2021 mencapai 4,74 miliar dolar AS dan tertinggi sejak Desember 2006. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia terus mencatat nilai positif sejak Mei 2020. Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2021 secara keseluruhan mencatat surplus 19,17 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 10,96 miliar dolar AS. BI memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2021 tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir Juli 2021 tercatat sebesar 415,7 miliar dolar AS atau tumbuh 1,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,0% (yoy). Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN Pemerintah.

Berdasarkan data transaksi 13-16 September 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp2,99 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp4,03 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp1,04 triliun.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

Seorang investor ketika memilih instrumen investasinya dan kemudian masuk ke pasar tentunya berharap akan memperoleh profit dari keputusan investasinya tersebut. Harapan. Itu sesuatu yang begitu memengaruhi pandangan investor. Harapan yang diwarnai oleh ekspektasi dan tidak jarang disertai analisis yang bias. Kalau Anda ingin kenal pasar –memang sangat sulit untuk mengenalnya—harus tahu seperti apa ekspektasi pasar hari-hari ini. Vibiznews.com telah siap sejak lama ingin memperkenalkan Anda kepada pasar secara lebih dalam, karena kami ada sebagai partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here