Bursa Eropa Merosot Terendah Hampir 2 Bulan

435
Brugge - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Eropa merosot 1% ke level terendah hampir dua bulan pada hari Senin, mengikuti penurunan ekuitas Asia, karena investor khawatir bank sentral utama akan mulai memberikan isyarat tentang pengurangan program stimulus era pandemi mereka di berbagai pertemuan minggu ini.

Indeks STOXX 600 Eropa turun 1,4% pada 0706 GMT, dengan saham energi dan pertambangan memimpin penurunan pada penurunan harga komoditas.

Benchmark indeks saham Eropa kini telah jatuh selama tiga minggu berturut-turut di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global dan dampak dari regulasi yang lebih ketat dari perusahaan China.

Pertemuan kebijakan Federal Reserve AS menjadi fokus pada hari Selasa dan Rabu, di mana bank sentral diperkirakan akan meletakkan dasar untuk pengurangan. Pada hari Kamis, Bank of England mengadakan pertemuan kebijakannya sendiri.

Saham Jerman merosot 1,6% karena data menunjukkan lonjakan harga produsen yang lebih besar dari perkiraan bulan lalu.

Dalam perombakan terbesar yang pernah ada, indeks acuan Jerman mulai diperdagangkan pada hari Senin dengan peningkatan jumlah konstituen menjadi 40 dari 30.

Dalam berita perusahaan, Lufthansa tergelincir 0,6% setelah mengatakan pihaknya memperkirakan akan mengumpulkan 2,14 miliar euro ($2,51 miliar) untuk membayar kembali sebagian dana talangan negara yang diterima maskapai top Jerman selama krisis virus corona.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk selanjutnya bursa Eropa akan mencermati pergerakan bursa Wall Street, yang jika melemah akan menekan bursa Eropa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here