Rekomendasi Mingguan EUR/USD 20 – 24 September 2021: Jangka Pendek Masih Turun?

1241

(Vibiznews – Forex) Pada hari Kamis, EUR/USD diperdagangkan mendekati 1.1750, memperpanjang kerugiannya setelah Penjualan Ritel AS muncul di + 0.7% dibandingkan dengan penurunan yang tiba-tiba – 0.7% pada bulan sebelumnya dan Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa ekonomi masih belum beres. Pada hari Jumat, EUR/USD memperpanjang penurunannya ke 1.1724.

EUR/USD tertekan turun karena dollar AS sempat naik menyentuh ketinggian selama dua minggu pada hari Selasa sebelum keluarnya angka inflasi CPI AS. Namun kenaikan dollar AS hanya bersifat sementara dengan indeks dollar AS berbalik turun setelah keluarnya angka inflasi CPI AS di bawah daripada yang diperkirakan. angka CPI AS bulan lalu yang menunjukkan terjadinya penurunan yang sifnifikan di dalam harga-harga. CPI Inti hanya berada pada 0.1% MoM, level terendah sejak bulan Februari. Rendahnya inflasi berarti the Fed tidak harus buru-buru melakukan “tapering” atas skema pembelian obligasi. Hal ini adalah negatif bagi dollar AS dan pada gilirannya mendorong naik pasangan matauang EUR/USD.

Kubu yang mengatakan bahwa inflasi hanya bersifat sementara kelihatannya menang dengan CPI inti turun ke 4% YoY di bulan Agustus, lebih kecil daripada yang diperkirakan. Hal ini menunjukkan lompatan di dalam inflasi selama ini hanyanya bersifat sementara disebabkan karena dibukanya kembali perekonomian negara. Berita inipun hanya sebentar saja membuat dollar AS turun, dengan orang-orang berpikir bahwa turunnya harga disebabkan karena turunnya permintaan yang disebabkan oleh karena naiknya harga yang disebut sebagai stagflasi.

Penjualan ritel AS yang muncul pada hari Kamis, membuat tekanan turun yang kuat terhadap EUR/USD. Penjualan ritel AS naik 0.7% pada bulan lalu, naik tajam dari revisi angka bulan Juli penurunan sebanyak penurunan sebanyak 1.8%. Angka ini juga jauh di atas dari angka yang diperkirakan sebesar penurun – 0.7%. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi AS belum kehilangan momentumnya sehingga membuat naiknya permintaan akan USD dengan kuat.

Meskipun demikian kondisi yang bagus ini gagal mengesankan Wall Street, yang mempertahankan sentimen negatip yang mendukung dollar AS naik.

Sementara ECB cenderung dovish dengan Isabel Schanel, anggota ECB dari Jerman mengatakan bahwa inflasi pasti akan turun secara signifikan pada awal tahun depan.

Sementara itu euro tertekan juga dengan pemilihan umum di Jerman yang masih dibayangi ketidakpastian dengan Olaf Scholz memimpin dalam polling suara, namun Scholz terbuka untuk berkoalisi dengan radikal kiri. Hal in mengkuatirkan para investor.

Virus corona di Eropa tetap berada pada level yang rendah atau terus menurun sementara AS masih berjuang dengan infeksi yang tinggi.

Minggu ini di Eropa perhatian akan tertuju sebagian kepada polling di Jerman dimana investor lebih memilih Armin Laschet dari partai CDU/CSU karena kebijakannya lebih “business friendly”. Opini di polling bergerak substansial menjelang pemungutan suara pada tanggal 26 September yang menambah ketidakpastian.

Selain tentang pemilu, Eropa juga akan mengeluarkan consumer confidence zona Euro yang diperkirakan masih akan negatip. Selain itu  IFO Business Climate Jerman yang diperkirakan akan tetap tertekan.

Publikasi yang paling penting muncul pada hari Kamis – PMI pendahuluan dari Markit untuk bulan September. Kelangkaan supply, kekuatiran mengenai inflasi dan ketidakpastin mengenai kondisi ekonomi Cina bisa mendorong turun.

Sementara itu di AS, fokus pasar pada minggu ini ada pada pernyataan dari the Fed pada hari Kamis dini-hari, dengan pasar akan menaruh perhatian penuh kepada waktu dilakukannya tapering, dan pada setiap kabar mengenai dihentikannya pembelian obligasi.

The Fed telah membuat fondasinya dan setiap orang sadar bahwa diterapkannya pengetatan kebijakan moneter akan segera terjadi. Bank sentral AS ini tidak harus menunggu sampai bulan Desember untuk bergerak.

Jika the Fed tidak melakukan apa-apa pada hari Rabu waktu AS atau Kamis dinihari waktu Indonesia, namun memberikan pertanda bahwa suatu rencana telah dibuat dan akan melakukan sesuatu pada bulan Desember, hal ini akan sedikit lebih baik bagi EUR/USD.

Angka – angka perumahan pada awal minggu bisa memberikan pandangan mengenai sektor konstruksi yang sudah panas. PMI pendahuluan dari Markit untuk bulan September juga menarik perhatian.

Selanjutnya bank sentral AS akan menaruh perhatian seksama terhadap inflasi AS dan data employment ketika mengupdate pasar mengenai rencana “tapering” yang akan datang.

Kasus Covid di AS tetap tinggi namun sudah turun dari puncaknya.

“Support” terdekat menunggu di 1.1719 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1700 dan kemudian 1.1660. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1734 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1800 dan kemudian 1.1845.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here