Rekomendasi Mingguan GBP/USD 20 – 24 Desember 2021: Keputusan Dua Bank Sentral Menentukan

1287
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) Pada hari Kamis minggu lalu, GBP/USD diperdagangkan di bawah 1.38 di sekitar 1.3796, turun secara signifikan akibat naiknya dolar AS dengan kuat karena sentimen pasar yang “risk-off” membuat munculnya permintaan safe-haven yang kuat. Saat ini GBP/USD memperpanjang penurunnya ke 1.3725.

GBP/USD tertekan turun karena dollar AS sempat naik menyentuh ketinggian selama dua minggu pada hari Selasa sebelum keluarnya angka inflasi CPI AS. Namun kenaikan dollar AS hanya bersifat sementara dengan indeks dollar AS berbalik turun setelah keluarnya angka inflasi CPI AS di bawah daripada yang diperkirakan. angka CPI AS bulan lalu yang menunjukkan terjadinya penurunan yang sifnifikan di dalam harga-harga. CPI Inti naik sebanyak 0.1% MoM, level terendah sejak bulan Februari. Rendahnya inflasi berarti the Fed tidak harus buru-buru melakukan “tapering” atas skema pembelian obligasi. Hal ini adalah negatif bagi dollar AS dan pada gilirannya mendorong naik pasangan matauang GBP/USD.

Namun angka penjualan ritel AS yang muncul pada hari Kamis, membuat tekanan turun yang kuat terhadap GBP/USD. Penjualan ritel AS naik 0.7% pada bulan lalu, naik tajam dari revisi angka bulan Juli penurunan sebanyak penurunan sebanyak 1.8%. Angka ini juga jauh di atas dari angka yang diperkirakan sebesar penurun – 0.7%. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi AS belum kehilangan momentumnya sehingga membuat naiknya permintaan akan USD dengan kuat.

Sementara itu, harga-harga juga meningkat lebih daripada yang diperkirakan di Inggris. CPI umum Inggris menyentuh 3.2% YoY, di atas dari yang diperkirakan dan diluar rentang inflasi yang ditolerir oleh BoE di antara 1 – 3 %.

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak tetap berada pada posisinya setelah PM Boris Johnson mengadakan reshuffle kabinet pemerintahan. Keputusan PM Johnson untuk tetap mempertahankan Sunak dilihat sebagai unsur keamanan dan politik yang memberikan ketenangan terhadap pasar. Johnson memeteraikan otoritasnya kebanyakan di dalam posisi non-ekonomi.

Pada minggu ini, di Inggris fokus ada pada BoE yang akan mengeluarkan risalah pertemuan kebijakan moneternya. Pada bulan Agustus dua anggota mendukung “tapering” dan jumlah mereka bisa bertambah. Sementara Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan bahwa komite kebijakan moneter terbelah 4:4 atas perdebatan mengenai apakah sekarang adalah waktu yang tepat untuk sedikit menaikkan tingkat bunga? Risalah pertemuan akan menunjukkan tren sekarang di antara para anggota BoE dan bisa menggoncang poundsterling khususnya apabila Bailey tersudut oleh bertambahnya anggota yang hawkish.

Naiknya inflasi dan turunnya tingkat pengangguran pada bulan Juli di 4.6% bisa mendorong BoE untuk memberikan signal bahwa kenaikan tingkat bunga akan terjadi lebih cepat daripada yang dipikirkan.

Sementara itu di AS, fokus pasar pada minggu ini ada pada pernyataan dari the Fed pada hari Kamis dini-hari, dengan pasar akan menaruh perhatian penuh kepada waktu dilakukannya tapering, dan pada setiap kabar mengenai dihentikannya pembelian obligasi.

The Fed telah membuat fondasinya dan setiap orang sadar bahwa diterapkannya pengetatan kebijakan moneter akan segera terjadi. Bank sentral AS ini tidak harus menunggu sampai bulan Desember untuk bergerak.

Selanjutnya bank sentral AS akan menaruh perhatian seksama terhadap inflasi AS dan data employment ketika mengupdate pasar mengenai rencana “tapering” yang akan datang.

Jika the Fed tidak melakukan apa-apa pada hari Rabu waktu AS atau Kamis dinihari waktu Indonesia, namun memberikan pertanda bahwa suatu rencana telah dibuat dan akan melakukan sesuatu pada bulan Desember, hal ini akan sedikit lebih baik bagi GBP/USD.

Kasus Covid di AS tetap tinggi namun sudah turun dari puncaknya.

“Support” terdekat menunggu di 1.3700 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3670 dan kemudian 1.3600.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.3800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3850 dan kemudian 1.3910.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here