IHSG Selasa Siang Melemah ke Level 6.031; Imbas Sentimen Regional

208
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (21/9) terpantau lanjut melemah 44,934 poin (0,74%) ke level 6.031,381 setelah dibuka turun ke level 6.049,679. IHSG tertekan di zona merah imbas sentimen negatif regional, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah investor mencermati efek berantai jatuhnya saham properti Evergrande Group di bursa China serta Wall Street yang berakhir dalam koreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat tipis 0,01% atau 2 poin ke level Rp 14.240, dengan dollar AS di pasar uang Asia perlahan turun setelah terkoreksi tipis di sesi global sebelumnya; bergerak terbatas sebagai safe haven di tengah melemahnya bursa dan ekspektasi tapering dalam waktu dekat. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.242.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 26,636 poin (0,44%) ke level 6.049,679. Sedangkan indeks LQ45 turun 4,624 poin (0,54%) ke level 850,208. Siang ini IHSG melemah 44,934 poin (0,74%) ke level 6.031,381. Sementara LQ45 terlihat turun 0,91% atau 7,818 poin ke level 847,014.

Siang ini delapan dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor industry yang merosot 1,50%, diikuti sektor finance yang turun 1,22%.

Tercatat sebanyak 165 saham naik, 324 saham turun dan 157 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 830.052 kali transaksi sebanyak 14,643 miliar lembar saham senilai Rp 6,191 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat bias melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 1,74%, dan Hang Seng yang turun 0,32%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Bank AGRO (AGRO) -2,78%, Astra International (ASII) -2,36%, Unilever (UNVR) -1,55%, dan Bank BCA (BBCA) -1,32%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan imbas sentimen negatif regional, sedangkan bursa kawasan Asia melemah di tengah investor mencermati efek berantai dari jatuhnya saham properti Evergrande di bursa China serta Wall Street yang berakhir dalam koreksi. Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya mengurangi loss-nya karena mendekati oversold-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.263 dan 6.358. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.938, dan bila tembus ke level 5.884.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here