Aktivitas Ekonomi Domestik Membaik, Pasar Tetap Optimis — Domestic Market Outlook, 27 September – 1 October 2021 by Alfred Pakasi

446

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • RDG Bank Indonesia pada 20-21 September memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate(BI7DRR) sebesar 3,50%.
  • BI juga melaporkan Agustus hingga awal September 2021, aktivitas ekonomi domestik terpantau berangsur membaik.
  • Penurunan yang berlanjut pada kasus baru Covid-19 serta tingkat kesembuhan yang tinggi terus menjaga optimisme pasar.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 4.206 ribu orang terinfeksi, 4.020 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan tinggi 95,6%, dan 141 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 27 September – 1 Oktober 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat terbatas di minggu keduanya didukung oleh aksi beli investor asing setelah sentimen kasus Evergrande agak mereda, walau masih sideways di sekitar area konsolidasinya sebulan terakhir. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya melemah. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0,19%, atau 11,569 poin, ke level 6.144,815. Untuk minggu berikutnya (27 September – 1 Oktober 2021), IHSG kemungkinan masih berkonsolidasi dengan bias menguat. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.263 dan 6.358. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.938, dan bila tembus ke level 5.884.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu melemah di minggu keduanya dalam rentang pergerakan yang tipis meskipun dollar sedang cenderung bullish, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah terbatas 0,21% ke level Rp 14.257. Sementara, dollar global terpantau bertahan menguat. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan dalam rentang terbatas, atau kemungkinan rupiah berkonsolidasi sambil mencari arah pasar berikutnya, dalam range antara resistance di level Rp14.350 dan Rp14.447, sementara support di level Rp14.176 dan Rp14.143.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau turun secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik yields obligasi dan berakhir ke 6,238% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury melaju dalam lima minggu ini.

===

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 September 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kinerja perekonomian domestik diprakirakan kembali membaik secara bertahap. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kembali membaiknya mobilitas masyarakat sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas sebagai dampak respons penanganan Covid-19 yang semakin baik. Pada periode Agustus hingga awal September 2021, aktivitas ekonomi domestik berangsur membaik, setelah mengalami perlambatan pada Juli 2021. Hal tersebut tercermin pada kinerja berbagai indikator dini, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, serta transaksi pembayaran melalui SKNBI dan RTGS, yang kembali meningkat. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2021 diprakirakan tetap berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 3,5% – 4,3%.

Berdasarkan data transaksi 20-23 September 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp5,92 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp6,83 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp0,91 triliun.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

Pasar yang terus bergejolak belakangan ini membuat banyak forum diskusi di antara kalangan investor digiatkan. “Pasar jelasnya mau ke mana?” begitu yang sering jadi topik hangat diskusi. Bukan hanya oleh faktor ekonomi, tetapi faktor geopolitik kawasan ternyata dapat memengaruhi gerakkan pasar. Memang benar hanya si “pasar” sendiri yang tahu pergerakan pasar. Namun demikian, perilaku pasar harusnya dapat dipelajari juga, bukan? Bagi mereka yang telah lama berpengalaman merasakan denyut naik turunnya pasar, biasanya akan cukup  bijak untuk melihat pasar dari sudut “bird-eye view”. Vibiznews.com pastinya punya kapabilitas itu sebagai media spesialisasi investasi yang berpengalaman. Mari bersama kami memanfaatkan gerak pasar dan jadilah investor yang ‘profitable’. Terima kasih pembaca karena telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here