BEI: Pembentukan Market Maker Digeser Sampai Semester II, 2022

132

(Vibiznews – IDX Stocks) – Bursa saham domestik bakal memiliki penyedia likuiditas atau market maker. Namun, investor perlu bersabar lantaran penyelesaian aturan ini mundur hingga tahun depan.

Laksono Widodo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI mengatakan, ada prioritas yang perlu lebih dulu diselesaikan baik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun self regulatory organization (SRO).

Rencana pembentukan market maker telah mencuat sejak 2019. Semula, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan aturan ini rampung pada semester kedua tahun ini. Namun, rencana tersebut bergeser ke semester kedua tahun depan.

Market maker memiliki teknis yang cukup kompleks dan melibatkan beberapa pihak. Sedikit gambaran, bursa akan menawarkan broker atau perusahaan sekuritas untuk menjadi market maker. Nanti, market maker akan bertindak sebagai pembeli dan penjual siaga (standby buyer and seller) untuk saham perusahaan yang telah ditentukan bursa.
Kemudian, market maker yang telah ditunjuk bakal menyediakan kuotasi bid dan offer dalam jumlah yang memadai. Sehingga, transaksi saham tertentu menjadi lebih ramai diperdagangkan.

Market maker diharapkan mampu mendongkrak saham yang kurang populer namun memiliki fundamental yang baik. Dengan kata lain, market maker bisa melakukan tindakan-tindakan yang dapat meningkatkan likuiditas saham perusahaan yang kurang terkenal tapi fundamentalnya bagus.

Aturan market maker sudah diimplementasikan di banyak negara di dunia. Oleh karena itu, ia berharap penyusunan aturan ini dapat segera diselesaikan dan ditindak lanjuti dengan rule making rule ke pelaku pasar.

“Market maker selain menambah likuiditas pasar juga diharapkan mempermudah produk-produk baru yang akan dikembangkan oleh regulator dan SRO,” terang Laksono.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here