IHSG Selasa Siang Melemah Tipis ke Level 6.119; Bursa Asia Melemah, Ekonomi China Dipangkas

217
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (28/9) terpantau melemah tipis 2,594 poin (0,04%) ke level 6.119,901 setelah dibuka naik ke level 6.123,183. IHSG bergerak terbatas di dua zona lalu terkoreksi tipis, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah pemangkasan prospek pertumbuhan ekonomi China dan melajunya yields US Treasury.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah terbatas 0,05% atau 7 poin ke level Rp 14.259, dengan dollar AS di pasar uang merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; bergerak bullish oleh naiknya yields dari US Treasury di antara sikap hawkish the Fed dan bank sentral global lainnya. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.252.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat tipis 0,688 poin (0,01%) ke level 6.123,183. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,256 poin (0,15%) ke level 860,054. Siang ini IHSG melemah 2,594 poin (0,04%) ke level 6.119,901. Sementara LQ45 terlihat naik 0,04% atau 0,343 poin ke level 861,653.

Siang ini delapan dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor teknologi yang merosot 1,09%, diikuti sektor transportasi yang turun 0,80%.

Tercatat sebanyak 193 saham naik, 295 saham turun dan 162 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 988.864 kali transaksi sebanyak 18,634 miliar lembar saham senilai Rp 7,407 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat variatif bias melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,39%, dan Hang Seng yang naik 1,46%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Bank Jago (ARTO) -3,77%, Bank Neo Commerce (BBYB) -3,77%, Semen Indonesia (SMGR) -3,66%, dan BRI Agro (AGRO) 3,57%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak sideways dua zona lalu terkoreksi tipis, sedangkan bursa kawasan Asia melemah di tengah pemangkasan prospek pertumbuhan ekonomi China. Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih berkonsolidasi sambil mencari arah berikutnya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.263 dan 6.358. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.938, dan bila tembus ke level 5.884.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here