Capital Inflow Melimpah, Data Ekonomi Positif — Domestic Market Outlook, 11-15 October 2021 by Alfred Pakasi

405

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Melajunya capital inflow ke pasar keuangan yang menguatkan rupiah dan juga IHSG pada 8,5 bulan tertingginya pada minggu ini.
  • Cadangan devisa RI pada September kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah.
  • Rendahnya kasus baru Covid-19 serta tingkat kesembuhan yang tinggi telah terus menjaga optimisme pasar.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 4.225 ribu orang terinfeksi, 4.057 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan tinggi 96,02%, dan 142 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 11-15 Oktober 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau melejit kuat di minggu keempatnya didukung oleh aksi beli investor asing serta data ekonomi domestik yang positif. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya variatif. Secara mingguan IHSG ditutup menguat tajam 4,06%, atau 252,920 poin, ke level 6.481,770. IHSG berada di level 8,5 bulan lebih tertingginya. Untuk minggu berikutnya (11-15 Oktober 2021), IHSG kemungkinan akan diintip profit taking karena berada di sekitar overbought area. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.496 dan 6.505. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.202, dan bila tembus ke level 6.086.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu rebound cukup signifikan dan sempat mencapai 3 minggu tertingginya lalu terkoreksi di hari terakhir pasar di tengah dollar yang sedang bullish, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat 0,58% ke level Rp 14.222. Sementara, dollar global terpantau bertahan menguat. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan melanjutkan tren turunnya, atau kemungkinan rupiah meneruskan penguatannya, dalam range antara resistance di level Rp14.336 dan Rp14.350, sementara support di level Rp14.176 dan Rp14.143.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau stabil secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun tipis yields obligasi dan berakhir ke 6,350% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi beli yang deras investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury dalam uptrend tujuh minggu ini.

===

Survei Konsumen Bank Indonesia pada September 2021 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi menguat, dipengaruhi oleh membaiknya mobilitas masyarakat sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas pada periode survei. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen September 2021 yang tercatat sebesar 95,5, meningkat dari 77,3 pada bulan sebelumnya.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2021 tercatat sebesar 146,9 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Agustus 2021 sebesar 144,8 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Berdasarkan data transaksi 4-7 Oktober 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp8,69 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp1,27 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp9,96 triliun.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

Anda mungkin telah menyimak cukup derasnya dana asing yang masuk atau keluar pasar modal Indonesia yang mendongkrak bursa atau menurunkannya. Memang demikianlah pergerakan dana investasi global. Begitu cepatnya mengalir ke berbagai instrument investasi menembus batas-batas antar negara. Begitu cepat masuk, mampir, dan begitu cepat pula keluar atau mengalami “switching” dari satu asset ke asset lainnya, serta dari satu negara ke negara lainnya. Itu sebabnya kita perlu mempelajari dinamika portfolio investasi, baik dari sisi jenis, jangka waktu, tingkat risiko, typical, dll. Simak terus vibiznews.com dan jadilah investor yang sukses. Salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here