Ekspektasi Waktu Tapering dan NFP yang Mengecewakan — Global Market Outlook, 11-15 October 2021 by Alfred Pakasi

495

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Data Non-Farm Payrolls (NFP) AS dirilis mengecewakan di bawah ekspektasi, investor menantikan reaksi pasar pada minggu mendatang.
  • Pasar juga akan terus memantau UU infrastruktur yang tertunda pemungutan suaranya di Kongres AS dan akan dilakukan segera.
  • Perkembangan krisis energi menjadi perhatian pasar yang masih mendorong naiknya harga minyak mentah.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 238.0 juta orang terinfeksi di dunia dan 4.85 juta orang meninggal, dan menyebar ke 220 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau bias menguat, harga emas agak flat, dan US dollar menguat terbatas.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 11-15 October 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan menguat terbatas di minggu kelimanya oleh ekspektasi pasar akan diberlakukannya tapering the Fed pada November, walau rendahnya data NFP menurunkan dollar di akhir pekan, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir agak flat dengan menguat tipis ke 94.10. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun tipis ke 1.1571. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1750 dan kemudian 1.1909, sementara support pada 1.1529 dan 1.1402.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3611 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3892 dan kemudian 1.3982, sedangkan support pada 1.3531 dan 1.3451. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 112.21. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 112.23 dan 112.40, serta support pada 110.82 serta level 108.72. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7305. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7601 dan 0.7724, sementara support level di 0.7222 dan 0.7106.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed dengan bias menguat di antara rebound-nya bursa China dan sentimen risk-on yang menanjak. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 28,049. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 29,393 dan 30,622, sementara support pada level 27,293 dan 26,954. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 24,838. Minggu ini akan berada antara level resistance di 25,900 dan 26,878, sementara support di 23,681 dan 23,235.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir menguat agak terbatas setelah Senat AS mengumumkan kesepakatan kenaikan batas atas utang perusahaan, namun ditahan data NFP yang di bawah ekspektasi. Dow Jones secara mingguan menguat ke level 34,746.26, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 35,510 dan 35,631, sementara support di level 34,556 dan 33,981. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 4,390.6, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,530 dan 4,551, sementara support pada level 4,271 dan 4,232.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau agak flat dengan melemah terbatas di tengah gerakan dollar yang sideways dan data NFP yang mengecewakan, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,757.17 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1808 dan berikut $1834, serta support pada $1721 dan $1677.

 

Anda mungkin telah menyimak cukup derasnya dana asing yang masuk atau keluar pasar modal yang mendongkrak bursa atau menurunkannya. Memang demikianlah pergerakan dana investasi global. Begitu cepatnya mengalir ke berbagai instrument investasi menembus batas-batas antar negara. Begitu cepat masuk, mampir, dan begitu cepat pula keluar atau mengalami “switching” dari satu asset ke asset lainnya, serta dari satu negara ke negara lainnya. Itu sebabnya kita perlu mempelajari dinamika portfolio investasi, baik dari sisi jenis, jangka waktu, tingkat risiko, typical, dll. Simak terus vibiznews.com dan jadilah investor yang sukses. Salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here