Pesan Jokowi kepada OJK Potensi Indonesia Jadi Raksasa Digital Jika Dijaga Momentum Pertumbuhan Keuangan Digital

186
Vibiz Media

(Vibiznews – Economy & Business) – Gelombang digitalisasi yang terjadi beberapa tahun ini yang dipercepat dengan pandemi Covid-19 harus disikapi dengan cepat dan tepat. Banyak bank digital bermunculan, asuransi yang berbasis digital juga bermunculan, berbagai macam e-payment serta penyelenggaraan fintech termasuk fintech syariah terus melakukan inovasi, semakin marak peer to peer lending.

“Saya mendengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online (pinjol), yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjaman,” kata Jokowi, saat memberikan keynote speech pada pembukaan OJK Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10/2021).

Oleh karenanya, Jokowi meminta kepada OJK untuk menjaga momentum pertumbuhan industri jasa keuangan digital, dengan menciptakan ekosistem keuangan yang bertanggung jawab serta memiliki mitigasi risiko kuat. Perkembangan yang cepat harus dijaga, harus dikawal dan difasilitasi untuk bertumbuh.

“Jika kita kawal secara cepat dan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital, setelah China dan India, dan bisa membawa kita menjadi ekonomi terbesar dunia ketujuh di 2030 dan momentum ini harus ditunjang dengan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain memiliki mitigasi risiko yang kuat, OJK juga diminta untuk mendorong inklusi yang dibarengi dengan literasi keuangan dan literasi digital agar tercipta ekosistem pembiayaan keuangan yang bisa diakses oleh berbagai pihak, khususnya masyarakat yang belum tersentuh sistem keuangan yang konvensional.

“Agar kemajuan inovasi keuangan digital memberikan manfaat kepada masyarakat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ucap Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan agar provider keuangan digital harus berorientasi Indonesia centris tidak hanya berpusat di Jawa saja, tetapi membantu mempercepat transformasi digital hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Oleh karena itu seluruh industri jasa keuangan agar melakukan program literasi keuangan dan literasi digital mulai dari desa, mulai dari pinggiran bukan hanya agar masyarakat dapat menggunakan jasa industri keuangan tetapi juga untuk memfasilitasi kewirausahaan mereka dengan risiko yang rendah.

Ekonomi keuangan digital yang tangguh dan berkelanjutan harus terus dijaga untuk mendorong percepatan pergerakan ekonomi nasional yang inklusif serta berkontribusi lebih besar pada pemulihan ekonomi yang sedang kita lakukan.

Komitmen serta keberpihakan dan kerja keras kita ditunggu pelaku ekonomi kecil, khususnya juga pelaku UMKM agar terfasilitasi untuk memanfaatkan peluang besar yang bermunculan.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here