Harga Kopi Turun Karena Melemahnya Real Brazil

209

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi pada penutupan pasar hari Rabu turun karena melemahnya real Brazil ke kurs terendah 5 ½ bulan pada hari Rabu.

Harga kopi Arabika Desember di ICE New York turun $4.50 (2.11%) menjadi $208.65 dan harga gula Nopember di ICE London turun 0.51%.

Kurs real Brazil melemah ke kurs terendah 5 ½ bulan terhadap dolar pada hari Rabu sehingga harga kopi menjadi murah bagi pembeli luar Brazil sehingga ekspor meningkat.

Harga kopi Arabika pada hari Selasa naik ke harga tertinggi 3 ½ bulan setelah Reuters pada hari Senin mengatakan bahwa petani kopi Colombia gagal mengirimkan 1 juta kantong kopi sehingga harga kopi global naik. Kegagalan ini membuat eksportir Colombia membeli dari pasar fisik dari pedagang kopi.

The International Coffee Organization (ICO) pada hari Kamis lalu menurunkan perkiraan surplus kopi global di 2021/22 menjadi 2.39 juta kantong dari 2.63 juta kantong pada perkiraan sebelumnya, dan juga menaikkan perkiraan konsumsi kopi global menjadi 167.26 juta kantong dari 167.01 juta kantong.

Tanda-tanda bahwa persediaan Brazil berkurang setelah pada 21 September Conab mengurangi perkiraan hasil panen kopi Arabika Brazil 2021 sebesar 8% sehingga jumlahnya menjadi terendah 12 tahun menjadi 30.7 juta kantong dari perkiraan Mei sebesar 33.4 juta kantong turun 37% dari 48.8 juta kantong di 2020.

Menurut Archer Consulting bahwa Brazil hanya memiliki 21 juta kantong untuk ekspor pada 2021/22, penurunan 55% dari tahun lalu karena menurunnya produksi dan persediaan.

Faktor yang menurunkan harga kopi robusta ketika hujan turun di Vietnam sehingga menyuburkan tanah dan tanaman kopi. Menurut Vietnam National Weather agency, di Central Highlands, daerah perkebunan kopi terbesar di Vietnam akan menerima 10% atau 20% hujan lebih besar dari rata-rata pada bulan ini. Musim hujan ini akan berlanjut sampai akhir Nopember, atau sampai awal Nopember.

Pengaruh cuaca lembab diatas normal di Brazil mendorong harga kopi turun, setelah Somar Meteorologia pada hari Senin melaporkan bahwa di Minas Gerais, daerah perkebunan kopi 30% dari seluruh perkebunan kopi di Brazil menerima curah hujan hanya 79 mm atau 393 % dari rata-rata pada minggu lalu. Waktu yang penting saat pohon kopi sedang berbunga dimulai pada bulan ini dengan hujan yang deras akan menyebabkan pohon kopi yang berbunga lebih banyak dan menaikan hasil kopi. Tingkat kelembaban sudah mencapai tingkat kritis karena air tanah di Minas Gerais antara 0 – 30% dimana pertumbuhan tanaman memerlukan kelembaban 60%.

Harga kopi Robusta terus didorong naik karena kekhawatiran persediaan dari Vietnam, negara produsen kopi Robusta terbesar di dunia. Container untuk pengiriman kopi langka sehingga sehingga mengurangi ekspor kopi pada masa yang akan datang sehingga harga kopi naik. Kenaikan penderita covid di Vietnam membuat Perdana Menteri Vietnam melakukan pengetatan. Ekspor kopi Vietnam di bulan September turun setelah Vietnam ‘s General Department of Customs melaporkan bahwa ekspor kopi Vietnam di bulan September turun 10.2% dari dari bulan lalu menjadi 100,340 MT dan ekspor kumulatif Vietnam dari Januari – September turun 5.4% dari tahun lalu menjadi 1.18 MMT.

Untuk kopi Robusta Brazil Conab memperkirakan produksinya meningkat 4.5 % mencapai rekor 16.1 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 15.4 juta kantong.

Persediaan kopi dari Colombia, negara produsen kopi Arabika terbesar kedua dunia, membuat harga kopi turun setelah the Colombia Coffee Growers Federation pada hari Selasa melaporkan bahwa ekspor kopi Arabika September naik 23% dari tahun lalu menjadi 1.091 juta kantong.

Pada 30 September, ICO melaporkan bahwa ekspor kopi global di bulan Agustus turun 0.1% dari tahun lalu menjadi 10.12 juta kantong sekalipun ekspor kopi global Oktober – Agustus naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 118.96 juta kantong.

CONAB pada 25 Mei memperkirakan produksi kopi Brazil di 2021 akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun di 48.8 juta kantong

Persediaan kopi Arabika 28 Juli naik ke jumlah tertinggi 1 3/4 tahun menjadi 2.190 juta kantong dari jumlah terendah 21 tahun di 5 Oktober 2020 di 1.096 juta kantong. Persediaan kopi arabika turun ke terendah 5 ½ bulan pada hari Rabu.Persediaan kopi Robusta pada 20 Mei naik ke jumlah tertinggi 4 tahun sebesar 16,017 lot dan pada hari Rabu mencapai jumlah terendah 11½ bulan di 12, 066 lot . Persediaan kopi Arabika dalam pengawasan di ICE pada hari Rabu 1.914 juta kantong.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $ 205 dan berikut ke $195 sedangkan resistant pertama di $218 dan berikut ke $ 230

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here