IHSG Senin Siang Menguat ke Level 6.667; Menuju Level Rekor Tertingginya

393
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (18/10) terpantau menguat 33,494 poin (0,50%) ke level 6.666,832 setelah dibuka naik ke level 6.634,093. IHSG mencapai posisi 2,5 tahun tertingginya menuju ke level rekornya, sementara bursa kawasan Asia umumnya melemah setelah rilis pertumbuhan ekonomi China kuartal tiga yang mengecewakan namun Wall Street akhir pekan serempak mencetak gain.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,08% atau 11 poin ke level Rp 14.085, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melemah 3 hari di sesi global sebelumnya; berupaya bangkit di tengah meningkatnya tekanan inflasi di sejumlah negara maju dan ECB yang hawkish. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.074, dan sempat berada di 8 bulan tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat tipis 0,755 poin (0,01%) ke level 6.634,093. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,383 poin (0,14%) ke level 973,589. Siang ini IHSG menguat 33,494 poin (0,50%) ke level 6.666,832. Sementara LQ45 terlihat naik 0,81% atau 5,955 poin ke level 978,161.

Siang ini sembilan dari sebelas sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor industri yang menanjak 1,60%, diikuti sektor industri dasar yang naik 1,48%.

Tercatat sebanyak 330 saham naik, 179 saham turun dan 154 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 836.998 kali transaksi sebanyak 13,449 miliar lembar saham senilai Rp 8,506 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,22%, dan Hang Seng yang turun 0,31%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Bank Neo Commerce (BBYB) 7,35%, Bank BSI (BRIS) 6,10%, Bank BTN (BBTN) 5,56%, dan Bank BNI (BBNI) 3,70%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak menuju ke level rekornya dari posisi 2,5 tahun tertingginya, sementara bursa kawasan Asia melemah setelah rilis pertumbuhan ekonomi China kuartal tiga yang mengecewakan di bawah ekspektasi. Berikutnya IHSG kemungkinan akan ditahan oleh profit taking, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.680 dan 6.693. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.451, dan bila tembus ke level 6.202.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here