Weekly Market Review Soft Commodities Coffee – Sugar – Cocoa

408

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Jumat 15 Oktober harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika turun karena hujan di Brazil dan harga kopi Robusta turun. Harga gula naik mengikuti kenaikan harga minyak mentah dan harga kakao naik karena persediaan kakao di AS turun.

Harga kopi turun pada penutupan pasar hari Jumat karena hujan turun di Brazil, Cuaca diperkirakan akan turun hujan pada 5 hari ke depan di daerah perkebunan di Brazil, sehingga akan meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi kondisi yang kering

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat naik karena kenaikan dari harga minyak mentah naik ke harga tertinggi 7 tahun.

Harga Kakao pada penutupan pasar hari Jumat mixed dengan harga kakao di London turun ke harga terendah 2 minggu karena menguatnya kurs GBP/USD ke kurs tertinggi 4 minggu sedangkan harga kakao di New York naik karena persediaan kakao di AS turun ke jumlah terendah 4 ½ bulan

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi arabika Desember di ICE New York turun $5.85 (2.80%) menjadi $203.40 dan harga kopi Robusta Nopember di ICE London turun 1.17%.

Faktor penggerak  pasar kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167. 011 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.39 juta kantong dari surplus 4.85 juta kantong di 2019/20 menurut ICO.
  • Laporan ICO pada 30 September bahwa total ekspor kopi global dari Oktober sampai Agustus naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 118.96 juta kantong.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 8% menjadi jumlah terendah 12 tahun sebesar 30.7 juta kantong dari perkiraan Mei di 33.4 juta kantong turun 37% dari 48.8 juta kantong di 2020 menurut CONAB
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 4.5% dari tahun lalu menjadi 16.1 Juta kantong. Dari perkiraan sebelumnya 15.4 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan September naik 23%% dari tahun lalu menjadi 1.091 juta kantong menurut The Colombia Coffee Growers Federation
  • Ekspor kopi global dari Oktober – Agustus naik 1.9% tahun lalu menjadi 118.96 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi hijau di Brazil bulan Agustus turun 28% dari tahun lalu menjadi 2,336,646 kantong.
  • Ekspor kopi Robusta di Brazil diperkirakan naik 4.5% dari tahun lalu menjadi 16.1 juta kantong menurut CONAB
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – September 2021 turun 5.4% dari tahun lalu menjadi 1.18 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS naik 0.9% dari bulan lalu menjadi 6.130 juta kantong tapi masih turun 9.1% dari tahun lalu.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $200 dan berikut ke $ 195 sedangkan resistant pertama di $ 215 dan berikut ke $ 218.

GULA
Harga gula Maret di ICE New York naik 21 sen (1.07%) menjadi $19.80, dan harga gula putih Desember di ICE London naik 1.38%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.18% dari tahun lalu menjadi 170.638 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit 3.829 MMT dari defisit 1.453 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 10.5% dari tahun lalu 36.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT di 2020/21 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Ekspor gula India di 2021/22 turun 15% dari tahun lalu menjadi 6 MMT dari 7.1 MMT di 2020/21 menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand diperkirakan naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT menurut the Thailand Sugar Millers Corp.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $19.50 an berikut ke $ 19.20 sedangkan resistant pertama di $ 20.00 dan berikut ke $ 20.90

KAKAO
Harga kakao Desember di ICE New York naik $23 (0.89%) menjadi $2,607 dan harga kakao Desember di ICE London turun 0.28%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4% dari tahun lalu menjadi 4. 860 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 230,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 4 Oktober sampai 10 Oktober sebesar 84.961 MT, di bawah 105,960MT di tahun lalu pada periode yang sama.
  • The Ghana Cocoa Board pada hari Rabu 6 Oktober membeli 1.05 MMT kakao dari petani pada 1 Oktober sampai 30 September 2021

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $ 2,560 dan berikut ke $2,440 sedangkan resistant pertama di $2,650 dan berikut ke $2,730

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here