Harga Gula Turun ke Harga Terendah 3 Minggu

300

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula turun tajam pada penutupan pasar hari Senin harga gula di New York turun ke harga terendah 3 minggu dan harga di London turun ke terendah 1 ½ minggu.

Harga gula Maret di ICE New York pada hari Senin turun 45 sen (2.27%) menjadi $19.35 dan harga gula Desember di ICE London turun 2.44%.

Harga gula turun pada hari Senin setelah Czarnikow menaikkan perkiraan surplus gula global menjadi 350,000 MT, karena lockdown pandemi covid di Asia mengurangi konsumsi gula.

Harga gula juga sudah turun karena meningkatnya hasil gula di Brazil. Pada Rabu lalu Unica mengatakan bahwa produksi gula di Brazil Pusat – Selatan pada pertengahan ke dua September sebesar 2.32 MMT naik dari konsensus 2.22 MMT, pabrik tebu menggiling 35.8 MMT tebu, diatas perkiraan 34.0 MMT.

Faktor lain yang menurunkan harga gula adalahnya melemahnya real Brazil terhadap dolar. Real Brazil pada hari Rabu lalu turun ke kurs terendah 5 ¾ bulan terhadap dolar, sehingga harga gula menjadi murah bagi pembeli luar Brazil, akibatnya ekspor akan meningkat.

The International Sugar Organization pada 27 Agustus menaikkan defisit gula untuk 2021/22 menjadi defisit 3.83 MMT dari perkiraan Mei sebesar defisit 2.65 MMT setelah cuaca beku pada bulan Juli merusak tanaman tebu di Brazil.

Harga etanol yang tinggi di Brazil membuat harga gula tinggi setelah harga etanol Brazil mencapai rekor tertinggi di 3. 4292 real/liter pada Jumat lalu Dengan naiknya harga etanol membuat pabrik penggilingan tebu lebih memilih untuk memproduksi etanol daripada membuat gula.

Faktor yang akan meningkatkan harga gula adalah musim La Nina yang akan melanda daerah ekuator di Pacific. US Climate Prediction Center pada hari Kamis mengatakan bahwa Pola cuaca la Nina telah nampak sehingga harus berhati-hati terutama di daerah Laut Pasific dan akan berlangsung paling lambat Februari dan meneruskan cuaca kering di Amerika Selatan.

Faktor yang membuat harga gula turun adalah meningkatnya ekspor gula India, negara produsen gula ke dua di dunia. The Indian Sugar Mills Association pada hari Jumat lalu memperkirakan ekspor gula India sebesar 6 MMT di 2021/22 walaupun turun 15% dari tahun lalu dari 7.1 MMT di 2020/21.

Pada 8 September harga gula sudah mengalami tekanan karena the Thailand Sugar Millers Corp memperkirakan produksi gula Thailand di 2021/22 naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT karena curah hujan yang baik sehingga membuat tanaman subur. Thailand negara eksportir gula terbesar ke dua di dunia.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 19.20 kemudian ke $ 19.10 sedangkan resistant pertama di $20.00 dan berikut ke $20.40

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here