Harga Kakao Naik, Perkiraan Produksi Kakao Turun

416

(Vibiznews – Commodity) – Harga kakao pada penutupan hari Kamis naik  karena perkiraan dari Rabobank bahwa produksi kakao Afrika turun.

Harga kakao Desember di ICE New York naik $50 (2%) menjadi  $2,555 per ton dan   harga  kakao Desember di ICE London naik 0.63%.

Perkiraan Rabobank  memperkirakan bahwa produksi kakao Afrika di 2021/22 turun 6% dari tahun lalu dan perkiraan defisit di 2021/22 berkurang. Rabobank  mengurangi target harga di kuartal 4 –2021 menjadi $2,650/ton dari perkiraan Agustus $2,725/ton tetapi harga masih akan naik di jangka panjang.

Pada hari Rabu, Harga kakao turun ke harga terendah 2 ½ bulan dan di London turun ke harga terendah 1 ½ bulan karena berkurangnya permintaan kakao. Pada hari Jumat, kakao yang digiling pada Q3 di Asia naik 4.1% dari tahun lalu menjadi 210,970 MT, dibawah perkiraan 5.5% dari tahun lalu. Pada hari Kamis lalu, the North American Confectioners Association melaporkan bahwa kakao yang digiling pada Q3 di Amerika Utara naik 4.3% dari tahun lalu menjadi 123,399 MT  dibawah perkiraan 6.6% dari tahun lalu. Sedangkan permintaan kakao Eropa naik setelah European Cocoa Association melaporkan pada   hari Rabu bahwa kakao yang di giling di kuartal 3 di Eropa naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 375,811 MT lebih baik dari perkiraan yang naik 5.8% dari tahun lalu .

Gepex, gabungan eksportir kakao dari 6 negara  penghasil kakao terbesar melaporkan pada hari Selasa bahwa kakao yang diproses di Bulan September naik 11.3% dari tahun lalu menjadi 49,574 MT.

Pada 31 Agustus the International Cocoa Organization (ICCO)  menaikkan perkiraan produksi kakao global 2020/21 sebesar 5.14 MMT dari  perkiraan sebelumnya 5.02 MMT sehingga surplus global 2020/21 sebesar 230,000 MT dari perkiraan sebelumnya 165,000 MT.

Persediaan kakao melimpah dari Ghana, negara  produsen kakao terbesar ke dua dunia setelah the Ghana Cocoa Board melaporkan membeli 1.05 MMT kakao dari petani dari 1 Oktober – 30 September. Data 27 September dari Nigeria produsen kakao terbesar ke lima di dunia ekspor kakao Nigeria pada bulan Agustus naik 700% dari tahun lalu menjadi 20,873 MT.

Persediaan kakao di AS berkurang membuat harga naik setelah persediaan kakao AS yang dalam pengawasan ICE pada  hari Rabu turun ke jumlah terendah 5 bulan turun dari rekor tertinggi di 5.86 juta (data dari 1999) pada 30 Juni dan juga persediaan kakao Uni  Eropa   turun ke jumlah terendah 8 bulan pada hari Selasa lalu.   Persediaan kakao  dalam pengawasan ICE pada hari Kamis sebesar 5. 373 juta kantong.

Pada  4 Oktober harga kakao naik ke harga tertinggi 10 1/4 bulan di New York dan harga tertinggi  7 1/4 bulan  di London   karena perkiraan bahwa permintaan akan kakao meningkat   karena turunnya   penularan virus covid 19  ,  Rata-rata 7 hari penularan covid di AS   turun ke jumlah terendah  2 ½ bulan pada  hari Minggu sebesar 84,798 sehingga pembatasan akan dibuka kembali dan akan menaikkan pertumbuhan ekonomi sehingga permintaan kakao akan meningkat sehingga membuat harga kakao dapat meningkat

Pemerintah Ivory Coast  melaporkan pada hari Selasa bahwa pengiriman petani ke pelabuhan   185,956  MT dengan total kumulatif  kakao yang dikirim  petani di Ivory Coast   ke pelabuhan  dari  1 – 17 Oktober turun 14.9% dari tahun lalu pada periode yang sama.

Hasil panen kakao di Ghana membuat harga kakao meningkat setelah the Ghana Cocoa Board pada  6 Oktober memperkirakan bahwa panen kakao di Ghana di 2021/22 turun  5.6% dari tahun lalu menjadi 950,000 MT dari perkiraan 1.06 MMT di 2020/21.

Analisa tehnikal untuk kakao support pertama di $2,470 dan berikut di $2,400  sedangkan resistant pertama di $2,540 dan berikut di $2,630.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here