Harga Karet Turun Di Akhir Minggu, Kekhawatiran Turunnya Permintaan

452

(Vibiznews – Commodity) -Harga karet turun pada penutupan pasar hari Jumat, pasar karet di Shanghai mengalami penurunan karena kekhawatiran turunnya permintaan dari Cina sebagai pembeli utama karet. Namun harga karet selama seminggu ini masih mengalami kenaikan selama 4 minggu berturut-turut. Padahal pada hari Kamis harga karet masih naik karena perkiraan pertumbuhan ekonomi global naik.

Harga karet di Osaka Exchange pada bulan Maret turun 7.6 yen atau 3.2% menjadi 230.9 yen ($2) perkg. Namun pada seminggu ini harga karet masih naik 1.9%.

Harga karet Januari di Shanghai futures exchange turun 875 yen menjadi 14,750 yuan ($2,309) per ton.

Cina mengalami krisis energi dan pertumbuhan ekonominya turun, karena tingginya harga batubara, membuat bahan bakar mahal, belum biaya buruh dan biaya lain membuat industri besar biayanya sehingga tidak bisa berjalan dengan baik membuat barang-barang ke konsumen menjadi mahal.

Karena berita krisis ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi Cina membuat harga karet gagal untuk memanfaatkan berita bahwa Evergrande, perusahaan properti besar yang memiliki kesulitan keuangan dan hutang yang besar, membayar bunga setelah selama ini tidak bisa membayarnya

Persediaan karet yang diawasi Shanghai naik 7.5% dari minggu lalu.

Harga karet Nopember di SICOM Exchange, Singapore, turun 1.9% menjadi 175 sent US per kg.

Pada hari Kamis harga karet sempat naik setelah The Fed memberikan berita positif yang mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.

Analisa tehnikal untuk karet dengan support pertama di 218.44 yen kemudian ke 211.97 yen sedangkan resistant pertama di 233.37 yen dan berikut ke 239,84 yen.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here