Ancaman Inflasi Global dan Jadwal Tapering — Global Market Outlook, 25-29 October 2021 by Alfred Pakasi

549

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Ancaman inflasi menjadi kekhawatiran investor global, pasar mencermati kenaikan kembali yields Treasury AS 10.
  • Pertemuan kebijakan moneter dari bank sentral Uni Eropa ECB serta Bank of Japan (BoJ) akan diperhatikan pasar untuk mengetahui arah kebijakan moneter global.
  • Perkembangan kesepakatan UU belanja infrastruktur AS terus dimonitor investor.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 243.7 juta orang terinfeksi di dunia dan 4.95 juta orang meninggal, dan menyebar ke 220 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau bias menguat, harga emas lanjutkan gain, dan US dollar kembali terkoreksi.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 25-29 October 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan terkoreksi di minggu keduanya dalam pergerakan terbatas setelah sempat didukung positifnya data perumahan dan pengangguran di AS namun masih tetap tertekan sentimen risk on, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah terbatas ke 93.61. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau naik tipis ke 1.1645. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1750 dan kemudian 1.1909, sementara support pada 1.1529 dan 1.1402.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3751 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3892 dan kemudian 1.3982, sedangkan support pada 1.3531 dan 1.3451. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir turun ke level 113.47. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 114.70 dan 115.50, serta support pada 111.51 serta level 110.82. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7466. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7523 dan 0.7601, sementara support level di 0.7222 dan 0.7106.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed dengan bias menguat di antara berita rebound-nya saham Evergrande China yang akan membayar bunga obligasinya. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 28,805. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 29,489 dan 29,679, sementara support pada level 27,893 dan 27,293. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 26,127. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26,560 dan 26,878, sementara support di 23,681 dan 23,235.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir menguat di minggu ketiganya terpicu oleh rilis laporan keuangan kuartal ketiga sejumlah emiten besar. Dow Jones secara mingguan menguat dalam rekor ke level 35,677.03, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 35,765 dan 36,500, sementara support di level 35,024 dan 34,556. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 4,538.8, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,561 dan 4,650, sementara support pada level 4,435 dan 4,271.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat kembali di minggu keduanya di antara pelemahan dollar dan naiknya yields US Treasury, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat ke level $1,791.84 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1814 dan berikut $1834, serta support pada $1760 dan $1677.

 

Kalau para pembaca memerhatikan, maka terlihat isyu rencana tapering dan kenaikan suku bunga dari Amerika kerap begitu mewarnai dan menggerakkan pasar. Demikian pula ketidakjelasan perkembangan penanganan di sejumlah negara maju bisa demikian menggerakkan pasar mata uang dan pasar modalnya. Inilah yang merupakan faktor major fundamental yang menjadi penggerak utama pasar. Isyu perekonomian di Amerika akan terus berlangsung dengan berbagai dinamikanya, serta juga kerap kali sampai kepada aspek politiknya. Kita tetap akan melihat sejumlah isyu yang menggerakkan pasar lainnya. Vibiznews.com akan menjadi partner Anda sebagai investor dalam memantau tiap-tiap pergerakan pasar secara updated dan detail.  Terima kasih telah bersama kami karena kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here