Rekomendasi EUR/USD 25 – 29 Oktober 2021: Turun karena Kehilangan Potensi Bullish?

1441

(Vibiznews – Forex) Setelah turun dari ketinggian 1.1750 ke 1.1561 pada minggu – minggu sebelumnya, EUR/USD berhasil naik dan mencapai ketinggian 1.1670 pada paruh pertama minggu lalu. Namun setelah tidak berhasil naik lebih tinggi dari 1.1670 oleh karena melemahnya dollar AS, EUR/USD kembali turun ke 1.1645, karena dollar AS sempat sedikit menguat kembali. Oleh karena data ekonomi dari sektor swasta pada awal Oktober terus berkembang dengan kecepatan yang kuat.

Minggu lalu, kalender makro ekonomi yang jarang membuat pasangan matauang ini digerakkan oleh sentimen pasar dan yields obligasi pemerintah AS. Di pihak lain, saham-saham mengalami rally karena laporan penghasilan perusahaan yang solid, dengan Wall Street mencetak rekor ketinggian, meskipun keprihatinan sehubungan dengan inflasi mengirim yield treasury AS 10 tahun naik ke 1.70%, level tertinggi sejak pertengahan bulan Mei.

Sementara itu inflasi AS mengalami kenaikan yang bertolak belakang dengan pandangan dari para pembuat kebijkan lokal yang memandangnya sebagai sementara. Consumer Price Index menyentuh ketinggian selama lebih dari satu decade di 5.4% YoY di bulan September.

Para pejabat tinggi Federal Reserve menyatakan keprihatinannya mengenai berlanjutnya inflasi yang tinggi dan memberikan catatan bahwa hal ini bisa memaksa bank sentral untuk menaikkan tingkat bunga lebih cepat daripada yang diantisipasikan. Terlepas dari kapan tingkat bunga akan dinaikkan, Federal Reserve dipastikan akan mulai melakukan pengurangan pembelian obligasinya  pada bulan November.

Inflasi Eropa dikonfirmasi berada di 3.4% YoY pada bulan September, sementara angka inti untuk periode yang sama berada pada 1.9%. Meskipun demikian, bertolak belakang dengan the Fed, ECB menganggap belum harus mengurangi dukungan keuangannya terhadap ekonomi. Hal ini membebani euro.

Dari medan data, AS mempublikasikan klaim penganggurannya dengan angka yang mengejutkan dimana terkontraksi 290.000, angka terendah sejak pandemik dimulai.

Markit pada hari Jumat mempublikasikan perkiraan sementara untuk PMI bulan Oktober. Pertumbuhan aktifitas bisnis di zona euro melambat dengan tajam ke kerendahan selama 6 bulan di bulan Oktober ditengah meningkatnya bottlenecks supply dan berlangsungnya terus Covid – 19, yang membuat angka PMI manufaktur jatuh ke 58.5 dan juga PMI jasa turun ke 54.7.

Sementara angka di AS cukup memberikan semangat dengan PMI Jasa membaik ke 58.2, mengatasi yang diperkirakan, sementara PMI manufaktur jatuh ke 59.2, meleset dari yang diperkirakan di 60.3.

Minggu ini, hari Kamis merupakan hari yang kritikal bagi Uni Eropa dimana ECB akan mengumumkan keputusannya mengenai keputusan kebijakan moneter yang terbaru.

Pada hari Jumat, Uni Eropa juga akan mempublikasikan GDP kuartal ke 3 nya, yang diperkirakan akan muncul di 1.9%, turun sedikit dari 2.2% pada kuartal kedua. Selain itu akan juga mempublikasikan perkiraan pendahuluan di bulan Oktober dari Consumer Price Index yang diperkirakan lompat dari 3.4% ke 3.7%.

Sebelumnya pada awal minggu, Jerman akan mempublikasikan survey IFO bulan Oktober dan survey GFK Consumer Confidence untuk bulan November. Selain itu Jerman juga akan merilis perkiraan pendahuluan dari data inflasinya yang bulan Oktober dan data GDP nya yang kuartal ketiga.

AS akan mempublikasikan perkiraan sementara dari GDP kuartal ke tiga yang diperkirakan muncul di 3.2% QoQ, kurang lebih setengah dari angka sebelumnya di 6.7%. Di kuartal kedua ekonomi AS berkembang dengan cepat di 6.7% karena ekonomi kembali dibuka, namun setelah itu kembali dilakukan restriksi-restriksi karena naiknya kembali kasus Covid – 19 sehingga ekonomi melambat.

Selain angka GDP, investor juga menantikan laporan “personal consumption and investment” yang kemungkinan akan tetap tinggi.

Sebelum keluarnya data GDP AS, angka Durable Goods Orders untuk bulan September menarik perhatian, karena akan menjadi salah satu data yang diperhitungkan di dalam penghitungan kalkulasi GDP.

Yang perlu dicatat lagi adalah rilis S&P Case Shiller House Price Index yang kemungkinan bisa mencapai 20% YoY. Ketakutan akan menggelembungnya real-estate AS bisa memicu the Fed untuk menaikkan tingkat bunga bahkan ketika pemulihan ekonomi belum selesai. Hal ini bisa mendorong naik dollar AS.

“Support” terdekat menunggu di 1.1615  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1523 dan kemudian 1.1470. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1670 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1720 dan kemudian 1.1840.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here