Weekly Market Review Soft Commodities Coffee, Cocoa, Sugar

461

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Jumat 22 Oktober harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika turun karena melemahnya kurs real Brazil dan harga kopi Robusta naik, karena ekspor Vietnam naik . Harga gula naik mengikuti kenaikan harga minyak mentah dan harga kakao naik karena produksi kakao di Afrika turun.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat mixed dengan harga kopi Arabika turun ke terendah 1 ½ minggu dan harga kopi Robusta naik ke harga tertinggi 2 ½ minggu. Harga kopi Arabika turun karena melemahnya real Brazil melemah ke kurs terendah 6 ¼ bulan terhadap dolar. Sedangkan harga kopi Robusta naik karena data dari Vietnam bahwa ekspor kopi Vietnam di bulan Oktober turun.

Harga gula mixed pada penutupan pasar hari Jumat dengan harga gula di London turun ke harga terendah 1 bulan. Harga gula di New York masih naik mengikuti kenaikan dari harga minyak mentah yang naik lebih dari 1% pada hari Jumat, namun kenaikan harga dibatasi oleh melemahnya Real Brazil ke kurs terendah 6 ¼ bulan terhadap dolar.

Harga kakao naik pada penutupan hari Jumat naik untuk dua hari berturut-turut karena perkiraan dari Rabobank bahwa produksi kakao di Afrika turun 6 % dari tahun lalu dan perkiraan defisit kakao sedikit di 2021/22.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Desember di ICE New York turun $3.45 (1.70%) menjadi $199.85 dan harga kopi Robusta di ICE London naik 0.85%.

Faktor Penggerak Harga kopi :

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167. 011 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi global di 2020/21 akan menjadi surplus 2.39 juta kantong dari surplus 4.85 juta kantong di 2019/20 menurut ICO.
  • Laporan ICO pada 30 September bahwa total ekspor kopi global dari Oktober sampai Agustus naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 118.96 juta kantong.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 8% menjadi jumlah terendah 12 tahun sebesar 30.7 juta kantong dari perkiraan Mei di 33.4 juta kantong turun 37% dari 48.8 juta kantong di 2020 menurut CONAB
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan September naik 23%% dari tahun lalu menjadi 1.091 juta kantong menurut The Colombia Coffee Growers Federation
  • Ekspor kopi Robusta di Brazil diperkirakan naik 4.5% dari tahun lalu menjadi 16.1 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 15.4 juta kantong menurut CONAB
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – September 2021 turun 5.4% dari tahun lalu menjadi 1.18 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS di bulan September turun 1,8% dari bulan lalu ke 6.022,923 juta kantong tapi masih turun 5.9% dari tahun lalu.
  • Ekspor kopi hijau di Brazil bulan September turun 29.6% dari tahun lalu menjadi 2.75 kantong

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $196 dan berikut ke $ 190 sedangkan resistant pertama di $ 215 dan berikut ke $ 218.

GULA
Harga gula Maret di ICE New York naik 14 sen (0,74%) menjadi $19.08 sedangkan harga gula Desember di ICE London turun 0.04%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.18% dari tahun lalu menjadi 170.638 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit 3.829 MMT dari defisit 1.453 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 10.5% dari tahun lalu 36.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT di 2020/21 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Ekspor gula India di 2021/22 turun 15% dari tahun lalu menjadi 6 MMT dari 7.1 MMT di 2020/21 menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand diperkirakan naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT menurut the Thailand Sugar Millers Corp.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $18.80 an berikut ke $ 18.30 sedangkan resistant pertama di $ 19.30 dan berikut ke $19.50

KAKAO
Harga kakao Desember di ICE New York naik $28 (1.10%) menjadi $2,583 per tong dan harga kakao Desember di ICE London naik 0.06%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4% dari tahun lalu menjadi 4. 860 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 230,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 17 Oktober sebesar 185,956 MT, turun 14.9% di tahun lalu pada periode yang sama.
  • The Ghana Cocoa Board pada hari Rabu 6 Oktober memperkirakan panen kakao Ghana di 2021/22 sebesar 950,000 MT turun 5.6% dari 1.06 MMT.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $ 2, 470 dan berikut ke $2,440 sedangkan resistant pertama di $2,630 dan berikut ke $2, 680

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here