Sejak 2019, untuk Pertamakalinya, Bursa Australia Kalahkan Hongkong Dalam Jumlah IPO

323

(Vibiznews – Index) – Bursa Australia berhasil mengalahkan Hong Kong dalam penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) untuk pertama kalinya sejak tahun 2019.

Pada bulan Oktober 2021, Australia mencatat ada 20 perusahaan yang melakukan IPO dengan total raihan dana segar sebesar US$ 3,5 miliar. Ini merupakan capaian bulanan tertinggi sejak November 2014.

Sementara di Hong Kong hanya ada tiga perusahaan yang IPO di bulan itu dengan nilai transaksi US$ 732 juta. Ini merupakan IPO terendah dalam sebulan di pusat keuangan Asia tersebut sejak April 2020.

Penghimpunan dana lewat IPO di Australia diperkirakan masih akan berlanjut karena biasanya kuartal IV merupakan periode tersibuk dalam perhelatan IPO di negara ini.

Sudah ada beberapa kesepakatan IPO besar yang sedang dalam proses. Salah satunya datang dari penyedia layanan infrastruktur Ventia Services Group yang berencana mengumpulkan sebanyak US$ 900 juta.

Pembukaan kembali perbatasan Australia bulan ini juga akan membuat bisnis dan ekonomi meningkat.

Sebaliknya, di Hong Kong, penawaran besar pertama kali hampir seluruhnya menghilang sejak awal Juli lalu ketika China memperluas tindakan keras regulasi terhadap industri mulai dari teknologi dan properti hingga pendidikan.

Benchmark Hang Seng Index adalah salah satu yang berkinerja terburuk di dunia tahun ini. Sementara rebound saham-saham teknologi juga sudah mulai kehilangan tenaga minggu lalu.

Perusahaan yang mengumpulkan lebih dari US$400 juta melalui IPO di Sydney bulan lalu dan diperkirakan akan memulai perdagangan pada bulan November.

Diantaranya ada pengembang perangkat lunak aplikasi Siteminder Ltd dengan meraup US$ 470 juta dan perusahaan perawatan kesehatan APM Human Services International Ltd mengantongi US$ 731 juta.

Selasti Panjaitan/Vibiznews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here