Inflasi AS Melompat, Kenaikan Suku Bunga Dipercepat? — Global Market Outlook, 15-19 November 2021 by Alfred Pakasi

631

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Sentimen pasar didominasi kekhawatiran atas naiknya inflasi CPI AS, tertinggi dalam lebih dari 30 tahun, yang melonjakkan harga emas sebagai inflation hedging.
  • Selanjutnya, investor akan mencermati CPI di Inggris, Eropa, dan Jepang pada minggu mendatang.
  • Oleh isyu inflasi, spekulasi percepatan kenaikan suku bunga the Fed mengemuka menyusul dimulainya tapering di bulan ini.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 253.2 juta orang terinfeksi di dunia dan 5.1 juta orang meninggal, dan menyebar ke 220 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau mixed, harga emas melejit, dan US dollar lanjutkan rally.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 15-19 November 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan menguat di minggu ketiganya dan mencapai 16 bulan tertingginya oleh melambungnya data inflasi (CPI) AS yang tertinggi dalam 31 tahun terakhir serta memicu ekspektasi bahwa the Fed akan segera menaikkan suku bunganya, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 95.12. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.1444. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1616 dan kemudian 1.1692, sementara support pada 1.1402dan 1.1300.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah tipis ke level 1.3412 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3698 dan kemudian 1.3804, sedangkan support pada 1.3353 dan 1.3188. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 113.85. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 114.70 dan 115.50, serta support pada 111.51 serta level 110.82. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7331. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7555 dan 0.7601, sementara support level di 0.7222 dan 0.7106.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum bias menguat dipimpin saham sektor teknologi yang terimbas dari kenaikan sektor di Wall Street. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir stabil ke level 29,610. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 29,880 dan 30,415, sementara support pada level 28,472 dan 27,893. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 25,328. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26,560 dan 26,878, sementara support di 23,681 dan 23,235.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir terkoreksi setelah rally 5 minggu dan terus mencetak rekor, tergerus kekhawatiran investor atas tingginya inflasi CPI yang tertinggi dalam 3 dekade lebih, walau berupaya bangkit di hari terakhir pasar. Dow Jones secara mingguan melemah dari rekornya ke level 36,100, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 36,566 dan 37,500, sementara support di level 35,490 dan 35,024. Index S&P 500 minggu lalu terkoreksi ke 4,687.5, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,720 dan 4,850, sementara support pada level 4,595 dan 4,435.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat signifikan di minggu keduanya dan menyentuh level 5 bulan tertingginya, merupakan minggu terbaiknya dalam 6 bulan terakhir, oleh naiknya permintaan emas sebagai inflation hedging dengan panasnya inflasi CPI AS, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat ke level $1,864.90 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1903 dan berikut $1916, serta support pada $1812 dan $1758.

 

Dinamika, atau bagi sebagian lainnya gejolak, dari pasar investasi sepertinya semakin fluktuatif saja belakangan ini. Semakin jelas bahwa koreksi pasar memang ada. Rebound atau reversal adalah bagian dari pergerakan pasar. Dalam situasi demikian ini, timing untuk masuk serta keluar pasar (market entry and exit) merupakan komponen kunci keberhasilan investasi. Terpeleset di sini maka keuntungan menjadi tipis atau bahkan kerugian membengkak. Anda, kalau boleh disarankan, perlu teman investasi. Tetaplah bersama kami, karena kami hadir demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here