IHSG Senin Pagi Terkoreksi Sekitar 0,14% ke Level 6.642; di Bawah Rekor Intraday-nya

266
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (15/11) terpantau terkoreksi 9,115 poin (0,14%) ke level 6.641,939 setelah dibuka naik ke level 6.672,061. IHSG di dua zona lalu terkoreksi dari posisi rekor intraday-nya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya menguat dipimpin Kospi menyusul rebound Wall Street di penutupan akhir pekan.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau melemah 0,25% atau 35 poin ke level Rp 14.205, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; tergerus dari 16 bulan tertingginya di tengah investor mencari arah selanjutnya setelah melambungnya inflasi CPI AS memicu ekspektasi percepatan kenaikan suku bunga the Fed. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.235.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 21,007 poin (0,32%) ke level 6.672,061. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,244 poin (0,34%) ke level 954,680. Pagi ini IHSG melemah 9,115 poin (0,14%) ke level 6.641,939. Sementara LQ45 terlihat turun 0,40% atau 3,769 poin ke level 947,667.

Tercatat saat ini sebanyak 200 saham naik, 243 saham turun dan 178 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street yang ditutup Sabtu subuh WIB ini berakhir rebound setelah terkoreksi dari posisi all time high mereka. Sedangkan, bursa regional pagi ini terlihat mixed bias positif, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,51%, dan Indeks Straits Times yang naik 0,29%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi dari posisi rekor intraday-nya kemarin, sementara bursa kawasan Asia pagi ini bias menguat dipimpin Kospi menyusul rebound Wall Street di akhir pekan. Berikutnya IHSG kemungkinan akan diintip profit taking karena mendekati overbought-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.704 dan 6.725. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.550, dan bila tembus ke level 6.480.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here