Inflasi, Lockdown Ulang, dan Percepatan Pengetatan Moneter — Global Market Outlook, 22-26 November 2021 by Alfred Pakasi

554

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Sentimen pasar masih didominasi isyu kenaikan inflasi global bersama dengan prospek pengetatan kebijakan moneter the Fed yang lebih cepat.
  • Minggu mendatang rilis minutes pertemuan FOMC ditunggu pasar untuk petunjuk sikap the Fed selanjutnya.
  • Pasar concern dengan kenaikan kasus Covid di kawasan Eropa dan diberlakukannya lockdown kembali di Austria.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 256.9 juta orang terinfeksi di dunia dan 5.15 juta orang meninggal, dan menyebar ke 220 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau mixed, harga emas terkoreksi, dan US dollar masih lanjutkan rally.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 22-26 November 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan menguat di minggu keempatnya dan berada di sekitar 16 bulan tertingginya sebagai safe haven di tengah menanjaknya kasus Covid di Eropa yang juga menekan mata uang euro, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 96.07. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.1281. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1570 dan kemudian 1.1616, sementara support pada 1.1240 dan 1.1185.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat tipis ke level 1.3442 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3698 dan kemudian 1.3804, sedangkan support pada 1.3353 dan 1.3188. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 113.98. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 114.97 dan 115.50, serta support pada 111.51 serta level 110.82. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7227. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7432 dan 0.7555, sementara support level di 0.7170 dan 0.7106.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed di antara concern atas prospek naiknya suku bunga global serta Wall Street yang masih sempat mencetak rekor. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat terbatas ke level 29,746. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 29,880 dan 30,415, sementara support pada level 28,472 dan 27,893. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 25,050. Minggu ini akan berada antara level resistance di 25,747 dan 26,560, sementara support di 24,481 dan 23,681.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir variatif di tengah kekhawatiran pasar setelah kawasan Eropa mulai melakukan lockdown lagi dalam kenaikan kasus Covid, namun saham sektor teknologi masih menanjak oleh earnings report yang baik. Dow Jones secara mingguan terkoreksi ke level 35,602, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 36,317 dan 36,566, sementara support di level 35,490 dan 35,024. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke 4,702.4, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,728 dan 4,850, sementara support pada level 4,595 dan 4,435.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi setelah seorang pejabat the Fed menyebutkan perlunya percepatan tapering dan jalan kepada kenaikan suku bunga untuk mengatasi tekanan inflasi, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,845.54 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1877 dan berikut $1903, serta support pada $1812 dan $1758.

 

Pasar yang terus bergejolak belakangan ini dan sepertinya tidak jelas arahnya membuat hangat diskusi di antara kalangan investor. “Pasar mau ke mana?” begitu yang sering jadi topik hangat diskusi. Memang benar hanya si pasar sendiri yang tahu arah pergerakan pasar. Namun demikian, perilaku pasar dapat dipelajari juga, bukan? Bagi mereka yang telah lama berpengalaman merasakan denyut naik turunnya pasar, biasanya akan cukup bijak untuk melihat pasar dari sudut “bird-eye view”. Vibiznews.com pastinya punya kapabilitas itu sebagai media spesialisasi investasi yang berpengalaman. Mari bersama kami memanfaatkan gerak pasar dan jadilah investor yang ‘profitable’. Tetaplah bersama kami, Anda akan terbantu dalam pengambilan keputusan investasi Anda. Terima kasih pembaca karena telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here