Rekomendasi Mingguan Minyak 22 – 26 November 2021: Penurunan akan Berlanjut?

302

(Vibiznews – Commodity) Memulai minggu yang baru mendekati $80 di $79.90, harga minyak mentah WTI sempat turun tajam ke kerendahan $77.00 pada hari Rabu, sebelum akhirnya naik kembali ke $79.11 pada hari Kamis karena pembelian secara tehnikal di support kunci $77.00.

Namun harga minyak mentah WTI berakhir dengan turun tajam ke $75.62 akibat berbalik naiknya indeks dolar AS ke 96.00 karena naiknya kembali yields treasury AS dan munculnya arus safe-haven pada hari Jumat. Penurunan harga minyak mentah WTI juga didorong oleh ketakutan bahwa lockdown di Eropa akan memukul permintaan minyak mentah global.

Austria menjadi negara barat pertama yang mengumumkan kembali lockdown pada hari Jumat minggu lalu ditengah naiknya infeksi Covid – 19 dan tingkat orang yang datang ke rumah sakit. Lockdownnya akan berlaku kepada semua penduduk Austria dan berlangsung selama 20 hari, dengan restriksi sesudahnya masih tetap berlaku ditempat dimana tidak dilakukan vaksinasi.

Negara Eropa lainnya juga telah mengenakan restriksi terhadap kehidupan sehari-hari dan perdagangan seperti negara Belanda dan ketakutan berkembang dengan mereka merasa bisa jadi korban berikutnya yang kena lockdowns.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan diperlukan kontrol di Jerman untuk menghentikan kenaikan kasus covid – 19. Spahn menambahkan tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan lockdown sepenuhnya. Berkembangnya dengan cepat lockdown di Eropa bisa memberikan pukulan yang signifikan terhadap permintaan minyak mentah dari Eropa.

Di bagian lain, harga minyak mentah juga dibebani oleh keprihatinan akan dilepaskannya cadangan minyak mentah dari negara-negara pengkonsumsi minyak utama. Amerika Serikat, sebagai respon terhadap penolakan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyaknya dengan tingkat yang lebih cepat pada awal bulan ini, telah membuat petisi agar importir minyak mentah utama di Asia merilis cadangan minyak mereka.

Otoritas di Cina telah berkata mereka berencana untuk melakukan hal tersebut. Penurunan harga minyak mentah WTI disebabkan juga oleh karena penambahan supplies 100 juta barel yang akan dirilis dari cadangan minyak global telah diperhitungkan di dalam perhitungan harga minyak di pasar.

Akhirnya penurunan harga minyak mentah WTI juga disebabkan oleh karena supply minyak mentah yang saat ini sedang dalam keadaan deficit, kemungkinan akan segera berubah menjadi surplus. Sekjen OPEC+ berpikir pasar minyak mentah akan berada pada posisi surplus pada bulan Desember, sementara Menteri perminyakan UEA melihat hal ini akan  terjadi di kuartal pertama tahun 2022.

“Support” terdekat menunggu di $75.62 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $75.09 dan kemudian $74.00. “Resistance” yang terdekat menunggu di $76.22 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $77.63 dan kemudian $78.23.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here