Harga Gula Naik Karena Perkiraan Produksi Gula Brazil Turun

285

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula pada hari Selasa naik dari harga terendah 1 ½ minggu. Harga gula Brazil naik , setelah Conab menurunkan perkiraan produksi gula di Brazil pada tahun 2021/22 menjadi 33.9 MMT dari perkiraan Agustus 36.9 MMT turun 17.9% dari tahun lalu

Harga gula Maret di ICE New York naik 35 sen (1.77%) menjadi $20.11 dan harga gula Maret di ICE London naik 2.05%.

Pada hari Selasa harga gula melanjutkan penurunan harga hari Senin ke harga terendah 1 ½ minggu setelah meningkatnya ekspor dari India. The Indian Sugar Mills Association (ISMA) mengatakan bahwa ekspor India sebesar 8.18 MMT yang seharusnya 6 MMT di 2021/22 turun 15% dari tahun lalu 7.1 MMT di 2020/21. Pabrik gula sudah mengirim 270,000 MT gula di bulan Oktober dan perkiraan ekspor di bulan Nopember lebih dari 200,000 MT.

Harga gula naik pada hari Rabu ke harga tertinggi 4 ¾ tahun di New York setelah Rabobank memperkirakan bahwa di Brazil akan menghadapi kekurangan tebu tahun depan, sehingga membatasi kapasitas untuk ekspor. Pertumbuhan tanaman tebu terhambat oleh kerusakan akibat cuaca beku dan penundaan penanaman. Kenaikan harga minyak mentah juga menyebabkan harga gula tetap tinggi sampai tahun depan.

Conab pada hari Selasa menurunkan perkiraan produksi gula Brazil menjadi 33.9 MMT dari perkiraan Agustus 36.9 MMT turun 17.9% dari tahun lalu.

Harga etanol naik mencapai rekor ke harga tertinggi di 3.8918 real/liter pada 5 Nopember . Dengan naiknya harga etanol membuat pabrik penggilingan tebu lebih memilih untuk memproduksi etanol daripada membuat gula.

Harga gula naik karena terjadinya kerusakan karena beku dan kekeringan,The International Sugar Organization pada 27 Agustus menaikkan defisit gula untuk 2021/22 menjadi defisit 3.83 MMT dari perkiraan Mei sebesar defisit 2.65 MMT setelah cuaca beku pada bulan Juli merusak tanaman tebu di Brazil.

Setelah ISO menurunkan perkiraan defisit pasar gula global menjadi –2.55 MMT turun dari perkiraan Agustus –3.58 MMT.

Faktor negatif yang menyebabkan harga gula turun setelah Czarnikow memperkirakan ekspor gula Thailand di 2021/22 naik 67% dari tahun lalu menjadi 6.7 MMT. Pada 8 September harga gula sudah mengalami tekanan karena the Thailand Sugar Millers Corp memperkirakan produksi gula Thailand di 2021/22 naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT karena curah hujan yang baik sehingga membuat tanaman subur. Thailand negara eksportir gula terbesar ke dua di dunia.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 19.50 kemudian ke $ 19.10 sedangkan resistant pertama di $ 20.20 dan berikut ke $20.60

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here