Isyu Varian Baru Virus, Koreksi Bullish Pasar — Domestic Market Outlook, 29 November – 3 December 2021

692

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Koreksi pada IHSG yang sempat mencetak rekor barunya lagi, ini searah sentimen negatif global.
  • Rupiah tertekan isyu sentimen negatif dan arus jual SBN.
  • Fitch Ratings mempertahankan Credit Rating RI pada peringkat BBB (investment grade) dengan outlook

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 4.255 ribu orang terinfeksi, 4.103 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan tinggi 96,43%, dan 143,7 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 29 November – 3 December 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi setelah mencetak rekor penutupan di level 6.723, ditekan profit taking dan sentimen negatif regional oleh isyu varian baru virus. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya bias melemah. Secara mingguan IHSG ditutup melemah signifikan 2,36%, atau 158,710 poin, ke level 6.561,553. Untuk minggu berikutnya (29 November – 3 December 2021), IHSG kemungkinan masih ada tekanan sentimen negatif namun dapat cepat rebound di level support. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.723 dan 6.754. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.480, dan bila tembus ke level 6.436.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu lanjut tertekan di tengah sentimen negatif di pasar keuangan dan berlanjutnya aksi jual SBN oleh investor asing, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah 0,44% ke level Rp 14.300, di level hampir 3 minggu terendahnya. Sementara, dollar global terpantau tertahan dari rally sebelumnya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan ditahan pergerakannya lalu reversal turun, atau kemungkinan rupiah sempat rebound karena mendekati area oversold, dalam range antara resistance di level Rp14.393 dan Rp14.433, sementara support di level Rp14.187 dan Rp14.157.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau turun secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik yields obligasi dan berakhir ke 6,227% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi jual investor asing di SBN yang tetap terbatas. Sementara yields US Treasury lanjut menurun di minggu keduanya.

===

Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7-5,5%, dari 3,2-4,0% pada tahun 2021, didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi. Hal ini didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan.

Lembaga pemeringkat Fitch kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada peringkat BBB (investment grade) dengan outlook stabil pada 22 November 2021. Keputusan ini mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah yang baik serta rasio utang Pemerintah terhadap PDB yang rendah.

Berdasarkan data transaksi 22-25 November 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp1,29 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp1,77 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp0,48 triliun.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

Pasar investasi memang kerap bergerak tak terduga dan sebagian orang akan menyebutnya sebagai “anomali” atau juga “irrational”. Namun demikian, kalau Anda rajin ikuti ulasan market outlook ini, yang diasuh oleh pengamat dan pelaku pasar sesungguhnya, Anda kemungkinan besar akan sependapat bahwa banyak prediksi pergerakan pasar yang terbukti cukup akurat di kondisinya yang aktual. Bisa jadi, Anda sudah tersenyum menikmati sejumlah profit investasi selama ini. Syukurlah bila demikian. Bagi Anda yang belum menikmati profit investasi yang diharapkan, masih ada banyak kesempatan di depannya. Bersamalah kami terus, karena seperti Anda tahu, kami hadir demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here