Harga Kedelai Turun Pada Akhir Minggu

226
Soy bean, tofu and other soy products

(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai pada penutupan pasar hari Jumat, melanjutkan penurunan sebelum libur Thanksgiving hari Kamis, para trader tidak mau mengambil resiko pada saat libur panjang. Penyebaran virus covid varian baru di Afrika Selatan menambah kekhawatiran turunnya permintaan akan biodiesel.

Harga kedelai Januari turun 13.6 sen (1.09%) menjadi $12.5275 per bushel, harga soymeal turun $1.5 (0.43%) menjadi $349.40 per ton dan harga minyak kedelai turun $1.82 (3.00%) menjadi $58.88.

Harga kedelai turun tajam pada awal pasar naik pada akhir pasar kembali naik namun di akhir pasar masih turun. Adanya virus covid varian baru yang menyerang Afrika Selatan membuat kekhawatiran akan terjadi pandemi dan terjadi penurunan ekonomi sehingga terjadi penurunan dari biofuel.

Laporan ekspor mingguan dari USDA sebesar 1.564 MMT kedelai yang dijual sesuai dengan perkiraan dan jumlah tertinggi 3 minggu. Ekspor kedelai sampai 18 Nopember jumlahya 2.523 MMT turun 4% dari minggu lalu dan turun 7% dari tahun lalu. Akumulasi ekspor kedelai sebesar 18.8 MMT sampai 18 Nopember sebesar 17.4 MMT penjualan belum dikirim. Penjualan dari persediaan baru 18k MT.

Penjualan ekspor soymeal sampai 18 Nopember sebesar 136,866 MT sampai 18 Nopember turun dari 182k MT pada minggu lalu dan turun dari 138k MT pada tahun lalu di periode yang sama. Ekspor minyak kedelai sebesar 42,032 MT masih dalam range tertinggi perkiraan sebelumnya. Pengiriman untuk soymeal sebesar 1.59 MMT dan pengiriman untuk minyak kedelai sebesar 46,980 MT pada tahun marketing ini.

The Buenos Aires Grain Exchange melaporkan bahwa kedelai Argentina yang sudah ditanam sebesar 39%.

Analisa tehnikal untuk soybean dengan support pertama $12.41 dan berikut ke $12.22 sedangkan resistant pertama di $12.80 dan berikut ke $12.89.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here