Harga Soft Commodities Turun, Kecuali Harga Kopi Robusta, Pada Penutupan Pasar Hari Selasa

237

(Vibiznews – Commodity) – Pergerakan pasar untuk Soft Commodities pada hari Selasa 30 Nopember 2021, Harga Soft Commodities mixed , kekhawatiran akan penyebaran virus covid varian baru omicron membuat kekhawatiran permintaan akan turun, harga kopi Arabika turun , perkiraan Rabobank pasar kopi global surplus, harga kopi Robusta naik, perkiraan kopi Robusta Vietnam sedikit, harga gula turun tajam mengikuti turunnya harga minyak mentah , harga kakao di New York turun ke harga terendah 4 bulan

Inilah penutupan pasar pada hari Selasa untuk soft commodities :

Kopi

Harga kopi Arabika di ICE New York turun 70 sen (0.30%) menjadi $232.30 dan harga kopi Robusta  Januari di ICE London naik 0.09%.

Harga kopi mixeed pada penutupan pasar hari Selasa setelah turun ke terendah 1 minggu. Perkiraan dari Rabo Bank membuat harga kopi turun karena perkiraan bahwa pasar global di 2022/23 akan menjadi surplus 3.3 juta kantong, berbalik dari defisit 5.20 juta kantong di 2021/22 dan juga produksi global di 2022/23 naik 8.2% dari tahun menjadi 177.1 juta kantong. Sedangkan harga kopi Robusta naik karena persediaan kopi di Vietnam kurang, dan mengurangi ekspor kopi Vietnam.

Gula

Harga gula Maret di ICE New York turun 59 sen (3.07%) menjadi $18.60 dan harga gula putih Maret di ICE London turun 2.43%.

Harga gula turun tajam pada penutupan pasar hari Selasa, turun ke harga terendah 2 minggu di New York dan harga gula turun ke terendah 2 ½ bulan di London. Harga gula turun karena turunnya harga minyak mentah 5% ke harga terendah 3 ¼ bulan dan melemahnya real Brazil kekurs terendah 3 ½ minggu terhadap dolar

Kakao

Harga kakao Maret di ICE New York turun $32 (1.35%) menjadi $2,346 per ton dan harga kakao Desember di ICE London turun 1.18%.

Harga kakao pada penutupan pasar pada hari Selasa turun ke terendah 4 bulan, harga kakao turun karena kekhawatiran bahwa virus covid varian omicron akan menyebar ke banyak negara dan membuat kembali terjadi lockdown sehingga permintaan komoditas berkurang termasuk kakao.

 

 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here