Dinamika Varian Omicron dan Akselerasi Kenaikan Bunga — Global Market Outlook, 6-10 December 2021 by Alfred Pakasi

472

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Rilis data tenaga kerja (NFP) AS yang jauh di bawah estimasi menjadi penggerak pasar dari akhir minggu lalu sampai ke pekan mendatang.
  • Ketidakpastian dari penyebaran varian baru virus corona Omicron menjadi perhatian pasar, meskipun sebagian investor mulai mengabaikannya karena dinilai tidak mematikan.
  • Pernyataan the Fed untuk mempercepat proses tapering -pengurangan pembelian obligasi- ditanggapi pasar dengan ekspektasi akselerasi kenaikan suku bunga di tahun depan.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 265.1 juta orang terinfeksi di dunia dan 5.25 juta orang meninggal, dan menyebar ke 220 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau melemah, harga emas terkoreksi terbatas, dan US dollar kembali rally.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 6-10 December 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan kembali sideways dan berakhir menguat tipis dan bertahan di sekitar 17 bulan tertingginya, setelah data tenaga kerja AS menguatkan prediksi akselerasi tapering dan kenaikan suku bunga the Fed tahun depan, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik tipis ke 96.15. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau balik flat ke 1.1306. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1570 dan kemudian 1.1616, sementara support pada 1.1185 dan 1.1100.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.3231 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3513 dan kemudian 1.3698, sedangkan support pada 1.3208 dan 1.3188. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir turun ke level 112.76. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 115.52 dan 115.92, serta support pada 111.51 serta level 110.82. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.6995. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7236 dan 0.7371, sementara support level di 0.6991 dan 0.6921.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah di antara investor yang mencermati perkembangan varian omicron dan saham sektor teknologi yang terkoreksi. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 28,030. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 29,333 dan 29,960, sementara support pada level 27,594 dan 27,293. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 23,767. Minggu ini akan berada antara level resistance di 25,747 dan 26,560, sementara support di 23,175 dan 23,124.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir melemah kembali di minggu pasar yang volatile dan tertekan virus Covid varian omicron serta data NFP yang di bawah ekspektasi. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 34,580, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 35,367 dan 36,317, sementara support di level 34,007 dan 33,785. Index S&P 500 minggu lalu turun ke 4,534.8, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,728 dan 4,744, sementara support pada level 4,495 dan 4,445.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melemah terbatas di minggu keempatnya, secara umum oleh prospek kenaikan suku bunga the Fed, namun di hari pasar terakhir bangkit sebagai safe haven di tengah ketidakpastian dari munculnya varian Omicron dan merosotnya yields U.S. Treasury, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah tipis ke level $1,783.80 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1877 dan berikut $1903, serta support pada $1758 dan $1745.

 

Faktor situasi ekonomi dunia, seperti di Amerika, Eropa, juga China sering sekali memengaruhi pergerakan pasar investasi pada banyak pilihan instrumen investasi. Pasar tergoyang oleh kekhawatiran pandemi yang memanjang, pemulihan ekonomi global yang terhambat, misalnya, atau tertekan oleh isyu pengetatan moneter saat ekonomi masih dalam krisis. Pasar nampaknya masih akan fluktuatif pada periode sekarang ini. Dalam kondisi seperti ini, sekarang dan ke depannya, “trading skill” menjadi suatu kebutuhan yang mutlak dimiliki para investor. Kalau Anda perlu bantuan, vibiznews.com lebih dari senang untuk membantu strategi investasi untuk profit Anda. Mari kita jalani fakta pasar ini bersama, dan secara bersama pula memenangkannya. Bagi Anda yang sudah mengalaminya, disampaikan terima kasih dari kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here