Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (10 Desember 2021); Inflasi Rendah Terkendali

358
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy & Bond) – Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :

A. Perkembangan Nilai Tukar 6 -10 Desember 2021

Pada akhir hari Kamis, 9 Desember 2021
1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.350 per dolar AS.
2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke level 6,28%.
3. DXY[1] naik ke level 96,27.
4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke level 1,499%.

Pada pagi hari Jumat, 10 Desember 2021
1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.360 per dolar AS.
2. Yield SBN 10 tahun stabil pada level 6,28%.

Aliran Modal Asing (Minggu II Desember 2021)

  1. Premi CDS Indonesia 5 tahun relatif stabil ke level 78,39 bps per 9 Desember 2021 dari 86,64 bps per 3 Desember 2021.
  2. Berdasarkan data transaksi 6-9 Desember, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp3,23 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp8,08 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp4,85 triliun.
  3. Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden jual neto Rp45,91 triliun.

B. Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali

  1. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu II Desember 2021, perkembangan harga pada Desember 2021 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,34% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi 2021 sebesar 1,64%.
  2. Penyumbang utama inflasi Desember 2021 sampai dengan minggu II yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,08% (mtm), minyak goreng sebesar 0,04% (mtm), cabai merah sebesar 0,03% (mtm), daging ayam ras sebesar 0,02% (mtm), sawi hijau, sabun detergen bubuk, semen dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain bawang merah dan daging sapi masing-masing sebesar -0,01% (mtm).

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Note:
[1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).
[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here