Harga Gula Turun Akibat Melemahnya Real Brazil

282

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula pada penutupan pasar hari Senin turun ke harga terendah 2 minggu karena turunnya harga minyak mentah turun 4% ke harga terendah 2 minggu dan melemahnya real Brazil.

Harga gula Maret di ICE New York turun 52 sen (2.72%) menjadi $18.59 dan harga gula Maret di ICE London turun 2.05%.

Harga minyak mentah turun 4 % pada hari Senin ke harga terendah 2 minggu sehingga harga etanol turun dan membuat pabrik penggilingan tebu lebih memilih untuk membuat gula, sehingga persediaan gula meningkat.

Real Brazil melemah pada hari Senin ke kurs terendah 2 bulan terhadap dolar sehingga harganya lebih murah bagi pembeli asing sehingga ekspor akan meningkat.

Harga gula naik setelah Unica melaporkan pada Kamis lalu bahwa produksi gula pada pertengahan ke dua Nopember turun 62.8% dari tahun lalu menjadi 160,000 MT. Penggilingan tebu untuk dijadikan gula berkurang 8.7% dari tahun lalu menjadi 133.72 kg/ton dari 146.38 kg / ton pada tahun lalu.

Conab pada 23 Nopember mengurangi perkiraan produksi gula Brazil 2021/22 menjadi 33.9 MMT dari perkiraan Agustus 36.9 MMT turun 17.9% dari tahun lalu. Conab memperkirakan di 2021/22 tebu yang digiling turun menjadi 525 MMT turun 13% dari tahun lalu dan mencapai yang terendah 10 tahun.

Faktor yang menaikkan harga gula , setelah ISO menurunkan perkiraan defisit pasar gula global di 2021/22 menjadi –2.55 MMT turun dari perkiraan Agustus –3.58 MMT.

Meningkatnya ekspor India menurunkan harga gula. The Indian Sugar Mills Association (ISMA) mengatakan bahwa ekspor India yang masih belum dikirim pada 1 Oktober sebesar 8.18 MMT dan masih membutuhkan ekspor 6 MMT di 2021/22 walaupun turun 15% dari tahun lalu 7.1 MMT di 2020/21.

Hasil gula India meningkat setelah ISMA melaporkan pada hari Senin bahwa produksi gula India dari 1 Oktober – 15 Desember naik 6.2% dari tahun lalu menjadi 7.79 MMT.

Faktor negatif yang menyebabkan harga gula turun setelah Czarnikow memperkirakan ekspor gula Thailand di 2021/22 naik 67% dari tahun lalu menjadi 6.7 MMT. Pada 8 September harga gula sudah mengalami tekanan karena the Thailand Sugar Millers Corp memperkirakan produksi gula Thailand di 2021/22 naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT karena curah hujan yang baik sehingga membuat tanaman subur. Thailand negara eksportir gula terbesar ke dua di dunia.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 18.40 kemudian ke $ 19.00 sedangkan resistant pertama di $ 19. 60 dan berikut ke $20.00

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here