Harga Kopi Kembali Naik Dari Harga Terendah 5 Minggu

224

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi pada penutupan pasar hari Selasa naik karena berbalik dari turunnya harga pada hari Senin, karena naiknya harga saham-saham global dan pasar komoditas pada hari Selasa membuat terjadinya kenaikan di pasar berjangka kopi.

Harga kopi Arabika Maret di ICE New York naik $4.15 (1.85%) menjadi $228.25 dan harga kopi Robusta Januari di ICE London naik 0.12%.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Senin turun ke harga terendah 5 minggu, harga kopi turun karena kekhawatiran penyebaran virus covid varian Omicron akan membuat terjadinya Lockdown, seperti di Belanda di Lockdown sampai 14 Januari, Israel dan Jepang juga sudah melarang kedatangan pendatang asing dan negara lain juga melakukan pembatasan perjalanan. Lockdown akan mengurangi permintaan akan kopi karena tutupnya kafe dan restoran.

Rata-rata 7 hari kenaikan penderita covid baru di AS pada hari Senin naik ke 3 bulan tertinggi di 140,194 dan UK melaporkan penyebaran covid mingguan naik 52% menjadi 547,606.

Peningkatan harga kopi terbatas karena pada hari Selasa kurs Real Brazil melemah ke kurs terendah 8 ½ bulan terendah terhadap dolar, melemahnya real membuat harga kopi lebih murah bagi pembeli diluar Brazil.

Harga kopi sempat turun pada Kamis lalu ketika Conab Brazil’s agricultural crop agency, menaikan perkiraan produksi kopi Arabika menjadi 31.4 juta dari 30.7 juta kantong pada perkiraan September. Conab juga menaikkan perkiraan produksi kopi Robusta 2021 sebesar 16.3 juta kantong dari perkiraan September 16.1 juta kantong. Conab juga menaikkan total produksi kopi Brazil menjadi 47.7 juta kantong dari 46.9 juta kantong pada perkiraan September.

Curah hujan yang meningkat mengurangi kekhawatiran akan kekeringan dan membuat harga kopi turun, Somar Meteorologia melaporkan pada hari Senin curah hujan di Minas Gerais sebesar 97.7 mm atau 197% dari rata-rata pada minggu lalu.

Harga kopi Robusta juga naik karena persediaan Vietnam berkurang. Ekspor kopi Vietnam dari Januari – Nopember turun 4.4% dari tahun lalu menjadi 1.4 MMT. USDA FAS pada hari Jumat lalu mengurangi perkiraan ekspor kopi Vietnam di 2021/22 menjadi 25.8 juta kantong dari 28.8 juta kantong karena tingginya biaya pengiriman dan berkurangnya container pengiriman.

Harga kopi Arabika naik karena kekeringan dan beku, sehingga mengganggu panen kopi di Brazil. Conab mengatakan pada hari Kamis lalu perkiraan produksi kopi Arabika Brazil 2021 turun menjadi sebesar 31.4 juta kantong turun 36% dari 48.8 juta kantong di 2020. The USDA FAS memperkirakan bahwa ekspor kopi Brazil di 2021/22 turun 27% dari tahun lalu menjadi 33.2 juta kantong turun dari rekor 45.67 juta kantong di 2020/21 karena kekeringan dan beku.

USDA juga menurunkan produksi kopi Colombia di 2021/22 menjadi 13.8 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 14.1 juta kantong, karena hujan lebat turun akibat La Nina. FAS juga menurunkan produksi Colombia di 2020/21 menjadi 13.4 juta dari 14.3 juta, karena gangguan distribusi dan hasil panen turun karena cuaca buruk. The CEO of Colombia’s National Federation of Coffee Growers pada hari Selasa memperkirakan produksi Colombia di 2022 turun 7.1% dari tahun lalu menjadi 13 juta kantong setelah curah hujan merusak tanaman kopi.

The International Coffee Organization (ICO) pada 7 Oktober mengurangi perkiraan surplus kopi global 2020/21 menjadi 2.39 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2.63 juta kantong dan menaikkan konsumsi kopi global menjadi 167.26 juta kantong dari 167.01juta kantong. Ekspor kopi global Oktober – September naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 128.931 juta kantong.

Persediaan kopi Arabika 28 Juli naik ke jumlah tertinggi 1 3/4 tahun menjadi 2.190 juta kantong dari jumlah terendah 21 tahun di 5 Oktober di 1.096 juta kantong di Oktober 2020. Persediaan kopi turun karena produsen kopi di Amerika Selatan gagal memenuhi kontrak, sehingga pembeli membeli kopi dari persediaan di ICE sesuai dengan kebutuhan mereka. Persediaan kopi Arabika turun 11 bulan terendah pada hari Kamis lalu. Persediaan kopi Arabika dalam pengawasan di ICE pada hari Selasa sebesar 1, 555 juta kantong

Persediaan kopi Robusta pada 20 Mei naik ke jumlah tertinggi 4 tahun sebesar 16,017 lot naik dari jumlah terendah 3 tahun terendah di 9,977 lot pada hari Selasa.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $221 dan berikut ke $215 sedangkan resistant pertama di $229 dan berikut ke $234 .

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here