Harga Jagung Naik Ke Harga Tertinggi 6 Bulan

219

(Vibiznews –Commodity) – Menjelang libur panjang di Hari Natal Harga jagung naik ke harga tertinggi 6 bulan karena cuaca yang kering dan panas di Amerika Selatan mengganggu tanaman jagung.

Cuaca La Nina membuat cuaca kering di kedua negara dan akan terus berlangsung sampai lewat musim dingin.

Kegagalan panen di Amerika Selatan akan membuat persediaan global berkurang dan permintaan akan beralih ke AS

Harga jagung Maret di CBOT naik 3.25 sen (0.54%) menjadi $6.0575 per bushel.

Laporan Ekspor Mingguan dari USDA sebesar 982,870 MT jagung dipesan sampai 16 September, masih masuk perkiraan 725,000 sampai 1.4 MMT tapi jumlah ini terendah 5 minggu. USDA mengatakan 1.1 MMT jagung dikirim pada minggu yang sama tapi naik 32% dari tahun lalu pada minggu yang sama.

Pengiriman ekspor jagung sudah 1.1% atau 12.74 MMT dari tahun lalu yang dikirim sampai 16 Desember. Total ekspor yang belum dikirim masih lebih rendah 6.5% dari tahun lalu sebesar 39.5 MMT atau 1.555 bbu.

Laporan EIA produksi etanol mingguan rata-rata 1.051m barel perday selama minggu ini sampai 17 Desember turun 36k bpd dari minggu sebelumnya ke terendah 3 minggu. Persediaan etanol turun sebesar 178k barel menjadi 20.705 juta barel

Negara bagian Brazil Parana, Deral melaporkan panen ke dua dari jagung sebesar 15.1 MMT dengan 3.7 MMT dari panen pertama. Conab melaporkan hasil dari negara bagian ini sebesar 3.53 MMT dan 11.4 MMT untuk bulan Desember.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $5.96 dan berikut ke $5.87 sedangkan resistant pertama di $6.12 dan berikut ke $6.22.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here