Dua Indeks Utama Wall Street Cetak Rekor, Nasdaq Tertekan Kenaikan Yield Obligasi

155

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Amerika berhasil cetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (30/12/2021) untuk kedua indeks utamanya yaitu Dow Jones dan S&P500. Hanya Nasdaq yang tidak mampu keluar dari zona merahnya karena anjloknya saham teknologi terseret oleh ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi setelah yield obligasi pemerintah 10-tahun meningkat lebih dari 5 bps.

Indeks  Dow Jones naik  90,42 poin atau 0,3 persen menjadi 36.488,63, ditutup tertinggi untuk sesi keenam berturut-turut. Indeks S&P 500  naik tipis 6,71 poin atau 0,1 persen menjadi 4.793,06, sedangkan indeks Nasdaq naik jauh dari level terburuknya tetapi masih ditutup turun 15,51 poin atau 0,1 persen ke 15.766,22.

Investor tampaknya masih terus menahan membuat langkah signifikan menyusul penguatan baru-baru ini di pasar, yang pulih dari aksi jual karena reaksi kekhawatiran awal tentang penyebaran varian Omicron dari virus corona. Investor optimis bahwa varian baru ini tidak  menyebabkan perlambatan ekonomi yang signifikan.

Pergerakan yang fluktuatif sejak awal sesi sedikit dipengaruhi oleh laporan National Association of Realtors menunjukkan kemunduran tak terduga dalam penjualan rumah yang tertunda di bulan November. Penjualan rumah yang tertunda turun 2,2 persen menjadi 122,4 pada November setelah melonjak 7,5 persen menjadi 125,2 pada Oktober.

Berita Wall Street lainnya di Telegram Vibiznews

Rekor yang dicapai S&P rebound  didukung oleh lonjakan lebih dari 9% saham Biogen setelah sebuah laporan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sedang dalam proses untuk diakuisisi oleh Samsung dalam kesepakatan $40 miliar. Sedangkan rekor Dow Jones disupport lonjakan saham-saham ritel seperti P&G, Home Depot dan Walgreens.

Secara sektoral sebagian besar menunjukkan pergerakan moderat, kecuali  saham maskapai penerbangan menunjukkan pergerakan negatif cukup signifikan dengan NYSE Arca Airline Index anjlok 2,5 persen. Juga disusul oleh saham jasa minyak dengan Philadelphia Oil Service Index anjlok 1,4 persen.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here