Bursa Saham Global : Review 2021 dan Outlook 2022

485

(Vibiznews – Index) Bursa saham global menutup tahun 2021 ini secara tahunan sebagian besar positif, bahkan bursa Wall Street banyak mencetak rekor pada tahun 2021 ini.

Melewati tahun 2021 ini beberapa sentimen bearish menerpa bursa saham global, yaitu pandemi Covid-19, inflasi AS yang tinggi yang memicu The Fed mengurangi pembelian obligasinya dan rencana kenaikan suku bunga tahun 2022, juga yang terakhir terkait varian baru Omicron yang menekan pasar.

Namun dengan penanganan pandemi covid-19 yang mulai membaik dan pembukaan kembali ekonomi di berbagai negara dan regional, memberikan optimisme pemulihan ekonomi. Hal tersebut terlihat dengan penguatan ekonomi AS memberikan dukungan bagi bursa saham Wall Street, yang juga berpengaruh memberikan penguatan bursa saham global.

Juga di akhir tahun ini dengan meredanya kekhawatiran varian Omicron, memberikan harapan penguatan ekonomi, memberikan juga sentiment positif bagi pasar saham.

 

REVIEW 2021

SENTIMEN BULLISH : PENGUATAN BURSA WALL STREET DAN DATA EKONOMI AS

Untuk bursa saham Amerika Serikat, maka ketiga indeks utama bursa Wall Street tersebut mengalami peningkatan secara tahunan selama tahun 2021. Hal ini dapat terlihat dari grafik ketiga indeks utama tersebut, baik indeks S&P 500, indeks Dow Jones dan indeks Nasdaq, ketiganya mengalami peningkatan yang baik.

INDEKS S&P 500

Untuk indeks S&P 500 menguat 26,89 % selama tahun 2021


INDEKS DOW JONES

Untuk indeks Dow Jones menguat 18,73 % selama tahun 2021


INDEKS NASDAQ

Untuk indeks Nasdaq menguat 26,63 % selama tahun 2021

Selama tahun 2021 terlihat trend meningkat dari bursa Wall Street, baik Indeks S&P 500, indeks Dow Jones dan indeks Nasdaq.

Peningkatan bursa Wall Street didukung dengan penguatan ekonomi AS seperti data tenaga kerja dan penanganan pandemi covid-19 yang membaik dan tingkat vaksinasi yang meningkat, memberikan optimisme peningkatan ekonomi.

 

Perbaikan Data Tenaga Kerja AS

Membaiknya data tenaga kerja AS seperti data jobless claim yang menurun dan data Non Farm Payrolls yang meningkat memberikan dukungan bagi penguatan ekonomi AS.

Non farm Payroll AS mengalami peningkatan di tiga bulan pertama tahun 2021, turun lagi bulan April, namun tiga bulan berturut-turut kemudian meningkat lagi. Masa-masa peningkatan Non Farm Payroll tersebut memberikan dorongan bagi penguatan bursa Wall Street.

 

Sedangkan data initial jobless claim, yaitu data yang mengukur seberapa banyak orang Amerika yang mengklaim tunjangan pengangguran, dimana jika banyak yang mengklaim tunjangan pengangguran menandakan banyak yang menganggur dan sebaliknya jika menurun, berarti tingkat orang yang menganggur juga turun.

Selama tahun 2021, maka terlihat grafik jobless claim terus mengalami penurunan, ini menandakan menurunnya jumlah yang menganggur yang memberikan indikasi aktifitas ekonomi bergerak dan ekonomi membaik.

 

Tingkat Vaksinasi yang meningkat

Berdasarkan data statistic dari Our World in Data, maka tingkat orang Amerika yang diberikan vaksin terus meningkat. Sampai dengan akhir tahun 2021, maka tingkat orang Amerika yang sudah divaksin lengkap sebanyak 62%. Peningkatan vaksinasi ini memberikan optimisme ekonomi AS, dimana kegiatan-kegiatan ekonomi sudah lebih banyak dibuka dan memberikan dukungan bagi penguatan ekonomi AS. Hal ini mmeberikan sentiment positif bagi pergerakan bursa saham AS.

 

SENTIMEN BEARISH : PENINGKATAN KASUS COVID-19 DAN OMICRON, SERTA KEKHAWATIRAN KENAIKAN SUKU BUNGA AS

Penguatan bursa Wall Street memberikan dukungan bagi penguatan bursa-bursa global seperti bursa Asia dan Eropa, selain juga didukung sentiment positif lainnya dari dalam negeri masing-masing negara. Namun sentiment bearish datang, sehingga bursa-bursa global seperti di Asia dan Eropa menjadi terbatas dalam kenaikan di tahun 2021.

Lonjakan inflasi yang mencapai level tertinggi dalam 39 tahun membuat The Fed AS mengambil kebijakan pengurangan stimulus fiskalnya.

Pertama, bank sentral mengatakan akan mempercepat pengurangan pembelian obligasi bulanan. The Fed akan membeli $60 miliar obligasi setiap bulan mulai Januari, setengah dari tingkat sebelum taper November dan $30 miliar lebih rendah daripada yang dibeli pada bulan Desember. The Fed melakukan pengurangan sebesar $15 miliar per bulan pada bulan November, dua kali lipat pada bulan Desember, kemudian akan mempercepat pengurangan lebih lanjut pada tahun 2022.

Setelah itu selesai, pada akhir musim dingin atau awal musim semi, bank sentral memperkirakan untuk mulai menaikkan suku bunga. Proyeksi pejabat Fed melihat sebanyak tiga kenaikan suku bunga terjadi pada 2022, dengan dua di tahun berikutnya dan dua lagi pada 2024.

Kekhawatiran kenaikan suku bunga AS inilah yang menekan bursa saham global pada akhir tahun 2021 ini.

Bursa Asia

Indeks Nikkei Jepang naik 4,91% secara tahunan pada tahun 2021, mencetak kenaikan tahunan selama 32 tahun. Selain penguatan bursa Wall Street, kenaikan bursa Jepang didorong oleh stimulus fiskal dan moneter dan pemulihan ekonomi pascapandemi yang kuat.

Indeks Kospi sepanjang tahun 2021 mengalami kenaikan tipis sebesar 3,63%. Peningkatan pandemi covid yang terjadi bulan November-Desember banyak menekan bursa saham Korea Selatan. Kasus Covid-19 di Korea Selatan meningkat setelah pemerintah negara tersebut mulai melonggarkan pembatasan di bawah apa yang disebut skema “hidup dengan COVID-19” pada November. Penguatan bursa Wall Street memberikan dukungan positif, sehingga membatasi penurunan lebih jauh dari bursa Korea Selatan.

Indeks Hang Seng merosot 14% selama tahun 2021, ini menandai kinerja tahunan terburuk mereka dalam satu dekade setelah tindakan keras peraturan China terhadap perusahaan teknologi.

 

Bursa Eropa

Indeks FTSE 100 Inggris mengakhiri tahun 2021 dengan kinerja tahunan terbaiknya dalam lima tahun didukung oleh kenaikan saham-saham yang terkait dengan komoditas dan industri. Indeks FTSE naik 14,3% pada tahun 2021.

Sedangkan indeks DAX Jerman dan CAC Perancis mengalami kenaikan tipis tahun 2021 sekitar 1%. Gelombang covid-19 yang melanda negara-negara Eropa termasuk Jerman dan Perancis memberikan pembatasan ketat yang membuat pergerakan ekonomi juga terbatas. Namun di akhir tahun dengan meredanya kekhawatiran omicron, memberikan harapan penguatan ekonomi setelah pembatasan dilonggarkan memasuki tahun baru.

 

OUTLOOK 2022

Tahun 2022 diperkirakan bursa saham global akan banyak mendapat dukungan dari penurunan covid-19 dan meredanya kekhawatiran varian Omicron. Kondisi ini akan membuat bangkitnya optimisme penguatan ekonomi dan dibukanya pintu kegiatan ekonomi lebih besar, sehingga memicu penguatan pertumbuhan ekonomi.

Namun sentiment kenaikan suku bunga AS yang diperkirakan terjadi sebanyak tiga kali di tahun 2022 dapat menjadi sentiment negatif yang menekan bursa saham global.

 

SENTIMEN BULLISH : BOOSTER COVID-19 MENGATASI OMICRON, PENINGKATAN AKTIFITAS EKONOMI DAN TREN PENGUATAN BURSA WALL STREET

Optimisme Booster Covid-19 Mengatasi Omicron

Kekhawatiran Omicron mereda setelah kasus omicron di negara awal terjadinya omicron yaitu di Afrika Selatan menurun dan booster vaksin covid dapat mengatasi varian omicron.

Pfizer dan Biontech mengatakan pada hari Rabu (08/12) bahwa tiga suntikan vaksin COVID-19 mampu menetralkan varian Omicron baru dalam tes laboratorium, sinyal awal bahwa suntikan booster bisa menjadi kunci perlindungan terhadap infeksi dari varian Omicron ini. Perusahaan Jerman dan AS ini mengatakan dua dosis vaksin mereka menghasilkan antibodi penetralisir yang jauh lebih rendah tetapi masih bisa melindungi terhadap penyakit parah. Perusahaan juga mengatakan mereka dapat mengirimkan vaksin yang ditingkatkan yang ditargetkan secara khusus pada varian Omicron pada Maret 2022 jika diperlukan.

Moderna mengatakan pada hari Senin (20/12) bahwa dosis booster vaksin COVID-19 nya dapat melindungi terhadap varian Omicron yang menyebar cepat dalam pengujian laboratorium dan bahwa versi vaksin saat ini akan terus menjadi lini pertahanan pertama Moderna melawan Omicron. Moderna mengatakan keputusan untuk fokus pada vaksin saat ini, mRNA-1273, sebagian didorong oleh seberapa cepat varian yang baru ditemukan menyebar. Perusahaan masih berencana untuk mengembangkan vaksin khusus untuk melindungi dari Omicron, yang diharapkan dapat maju ke uji klinis awal tahun depan.

Penggunaan tiga dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca efektif melawan varian omicron yang menyebar dengan cepat, kata perusahaan farmasi itu Kamis (23/12), mengutip data dari studi laboratorium Universitas Oxford. Temuan dari penelitian ini, yang belum dipublikasikan dalam jurnal medis peer-review, serupa dengan pesaing Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang juga menemukan dosis ketiga dari suntikan mereka bekerja melawan omicron. Studi tentang vaksin AstraZeneca, Vaxzevria, menunjukkan bahwa setelah pemberian tiga dosis, tingkat penetralan terhadap omicron secara umum mirip dengan varian delta virus setelah dua dosis.

 

Peningkatan Aktifitas Ekonomi

Meredanya kekhawatiran omicron dan optimisme booster vaksin covid-19 dapat mengalahkan omicron memberikan sentiment positif bagi bursa saham global, dimana dapat menggerakkan aktifitas ekonomi dan membuka perjalanan ke berbagai tempat. Saham-saham terkait aktifitas perjalanan diperkirakan akan meningkat dan menguatkan bursa saham global.

Optimisme peningkatan vaksinasi dan booster covid-19 juga diperkirakan menguatkan ekonomi AS, dengan aktifitas ekonomi dapat bergerak lebih banyak.

Di awal tahun 2022 ini akan dirilis data Non Farm Payrolls yang diindikasikan meningkat. Jika data Non Farm Payrolls terealisir naik akan memberikan sentiment positif bagi ekonomi AS.

 

Tren Penguatan Bursa Wall Street

Dengan pergerakan terus meningkat bursa Wall Street selama tahun 2021, maka diperkirakan tren kenaikan bursa Wall Street akan terus berlanjut.

Peningkatan vaksinasi AS dan penemuan booster  covid-19 dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca yang dapat mengatasi omicron, dan peningkatan ekonomi AS dapat menjadi sentimen yang menguatkan bursa saham AS.

Di awal tahun 2022 ini akan dirilis data Non Farm Payrolls yang diindikasikan meningkat. Jika data Non Farm Payrolls terealisir naik akan memberikan sentiment positif bagi ekonomi AS, dan dapat menguatkan bursa saham AS.

Penguatan bursa saham AS akan memberikan sentiment positif bagi bursa saham global seperti bursa Asia dan bursa Eropa.

 

SENTIMEN BEARISH : KENAIKAN SUKU BUNGA AS

Seperti yang telah diberitakan, untuk mengatasi lonjakan inflasi AS, maka The Fed AS akan mempercepat pengurangan pembelian obligasi bulanan. The Fed akan membeli $60 miliar obligasi setiap bulan mulai Januari, setengah dari tingkat sebelum taper November dan $30 miliar lebih rendah daripada yang dibeli pada bulan Desember. The Fed melakukan pengurangan sebesar $15 miliar per bulan pada bulan November, dua kali lipat pada bulan Desember, kemudian akan mempercepat pengurangan lebih lanjut pada tahun 2022.

Setelah itu selesai, pada akhir musim dingin atau awal musim semi, bank sentral memperkirakan untuk mulai menaikkan suku bunga. Proyeksi pejabat Fed melihat sebanyak tiga kenaikan suku bunga terjadi pada 2022. Beberapa perkiraan menyatakan Kenaikan Suku Bunga AS akan dilakukan bulan Maret 2022.

Jika terjadi tiga kenaikan suku bunga AS tahun 2022, maka akan dapat menekan bursa saham global. Namun diperkirakan penekanan bursa saham global akan mereda Kembali, dan dapat rebound dengan optimisme penguatan ekonomi dengan turunnya kekhawatiran covid dan omicron.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here