Harga Jagung Turun Pada Awal Tahun, Pengiriman Ekspor Menurun

181

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung masih turun pada perdagangan hari pertama di CBOT setelah laporan pengiriman ekspor mingguan dari USDA, karena turunnya pengiriman ekspor minggu ini, dan hujan yang turun di Amerika Selatan, sedangkan laporan penggilingan jagung untuk etanol meningkat.

Harga jagung Maret di CBOT turun 4 sen (0.67%) menjadi $5.8925 per bushel.

Harga jagung turun pada penutupan pasar hari Senin setelah laporan pengiriman ekspor mingguan sebesar 596,092 MT jagung dikirim sampai 30 Desember, turun dari 954k MT pada minggu lalu dan turun dari 1.089 MMT pada tahun lalu diminggu liburan yang sama.

USDA menambahkan 268,788 MT pengiriman jagung dari laporan sebelumnya sehingga total pengiriman 12.898 MMT masih turun 15% dari periode sebelumnya.

Laporan bulan penggilingan jagung sebesar 468.66 mbu jagung yang digunakan untuk memproduksi etanol di bulan Nopember naik dari 467. 9 mbu di bulan Oktober, dan laporan bulanan tertinggi 4 tahun. Rata-rata penggilingan jagung yang akan dicapai sebesar 453.1 mbu. Penggunaan jagung pada tahun marketing ini untuk pembuatan etanol sampai bulan Nopember sebesar 1,344 bbu, jumlah tertinggi untuk 3 bulan pertama sejak 2018/19.

StoneX mengurangi outlook dari hasil jagung di Brazil 2.5 MMT menjadi 117.5 MMT akibat gangguan cuaca kering yang terjadi pada tanaman jagung.

Perkiraan cuaca terbagi dua satu daerah sedang mengalami kenaikan curah hujan pada minggu ini di daerah yang kering seperti Brazil Selatan dan Utara Argentina, sedangkan perkiraan lainnya cuaca kering yang sedikit hujan dan panas.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $5.87 dan berikut ke $5.86 sedangkan resistant pertama di $5,99 dan berikut ke $6.07.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here