IHSG Kamis Siang Terkoreksi ke Level 6.609; Searah Bursa Asia, Dipimpin Sektor Teknologi

172
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (6/1) terpantau melemah 52,623 poin (0,79%) ke level 6.609,676 setelah dibuka naik ke level 6.674,852. IHSG dalam tekanan profit taking dan melemah searah regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya melemah mengikuti koreksi di Wall Street setalah rilis minutes the Fed yang semakin hawkish.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau melemah 0,24% atau 35 poin ke level Rp 14.392, dengan dollar AS di pasar uang Asia bergerak sedikit setelah melemah di sesi global sebelumnya; sedikit terkoreksi setelah minutes yang menunjukkan the Fed semakin hawkish yang sesuai perkiraan investor dan berada di 5 tahun tertingginya vs yen. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.357, dan terpantau berada di level sebulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 12,533 poin (0,19%) ke level 6.674,852. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,539 poin (0,27%) ke level 941,840. Siang ini IHSG melemah 52,623 poin (0,79%) ke level 6.609,676. Sementara LQ45 terlihat turun 0,61% atau 5,735 poin ke level 933,566.

Siang ini semua dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor technology yang merosot 2,77%, diikuti sektor cyclical yang turun 1,59%.

Tercatat sebanyak 124 saham naik, 394 saham turun dan 146 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 869.129 kali transaksi sebanyak 13,940 miliar lembar saham senilai Rp 6,175 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 2,76%, dan Hang Seng yang turun 0,35%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Harum Energy (HRUM) -6,07%, Tower Bersama (TBIG) -4,10%, Bank Raya (AGRO) -2,93%, dan Bank Neo Commerce (BBYB) -2,54%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak dalam tekanan profit taking, sementara bursa Asia umumnya melemah mengikuti koreksi Wall Street oleh the Fed yang semakin hawkish. Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih diincar profit taking karena di area overbought dan di sekitar level rekornya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.738 dan 6.754. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.529, dan bila tembus ke level 6.480.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here