Rekor Bursa Wall Street Terkoreksi Risalah Pertemuan The Fed Terbaru

301

(Vibiznews – Indeks) – Terjadi aksi jual yang cukup signifikan di bursa Wall Street setelah rilis risalah pertemuan The Fed terbaru, sehingga semua indeks utama melemah pada penutupan perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (6/1/2022). Dow Jones terpangkas dari posisi rekor tertingginya, Nasdaq anjlok ke posisi terendah 2 pekan.

Indeks Dow Jones merosot 392,54 poin atau 1,1 persen menjadi 36.407,11, indeks Nasdaq jatuh 522,54 poin atau 3,3 persen menjadi 15.100,17 dan indeks S&P 500 jatuh 92,96 poin atau 1,9 persen menjadi 4.700,58.

Aksi jual di Wall Street terjadi karena risalah Fed tersebut memiliki nada yang lebih hawkish, meningkatkan kekhawatiran bahwa bank sentral Amerika tersebut akan lebih agresif daripada yang diperkirakan. Risalah tersebut menyebutkan  anggota Fed sedang bersiap untuk mulai mengurangi ukuran neraca bank sentral sekitar $8,8 triliun segera setelah menaikkan suku bunga, yang biasanya terjadi  hampir dua tahun.

Federal Reserve beralasan  bahwa kondisi saat ini termasuk prospek ekonomi yang lebih kuat, inflasi yang lebih tinggi, dan neraca yang lebih besar dan dengan demikian dapat menjamin laju normalisasi tingkat kebijakan yang berpotensi lebih cepat.

Pengaruh dari risalah The Fed ini lebih besar dari laporan  prosesor penggajian ADP yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta yang jauh lebih kuat dari perkiraan di bulan Desember,  melonjak 807.000 pekerjaan pada Desember setelah melonjak 505.000 pekerjaan pada November.

Berita Wall Street lainnya di Telegram Vibiznews

Secara sektoral saham  perangkat lunak yang paling tertekan dan memperpanjang penurunan baru-baru ini,  Indeks Perangkat Lunak Dow Jones AS turun 4,5 persen ke level penutupan terendah dalam tiga bulan. Kemudian disusul oleh  saham semikonduktor dengan  penurunan 3,2 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index.

Saham bioteknologi juga mengalami pelemahan yang cukup besar, dengan NYSE Arca Biotechnology Index anjlok sebesar 3,1 persen. Demikian saham real estat komersial, jaringan dan maskapai penerbangan juga bergerak lebih rendah.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here