Sentimen Positif Pemulihan di Awal Tahun 2022 — Domestic Market Outlook, 10-14 January 2022 by Alfred Pakasi

543

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan mengawali tahun dengan sentimen positif pemulihan ekonomi, walau dibayangi dengan tren pengetatan kebijakan moneter bank sentral global.
  • Tingkat inflasi IHK tahun 2021 dilaporkan BI rendah di 1,87% (yoy).
  • Pasar masih belum ramai, dan ada capital outflow terutama di pasar SBN yang memberi koreksi di mata uang rupiah.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 10-14 January 2022.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat cukup signifikan di minggu ketiganya, naik searah dengan bursa regional dalam ekspektasi pemulihan di tahun ini. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya variatif. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 1,82%, atau 119,834 poin, ke level 6.701,316. Untuk minggu berikutnya (10-14 Januari 2022), IHSG masih bertenaga untuk melanjutkan lagi penguatannya. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.738 dan 6.754. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.529, dan bila tembus ke level 6.480.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu melemah di minggu keduanya, namun di hari terakhir rebound kuat, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah 0,75% ke level Rp 14.357. Sementara, dollar global terpantau menguat terbatas di awal tahun. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan membalas gerakan sebelumnya dengan bias turun, atau kemungkinan rupiah lanjutkan rebound akhir pekannya, dalam range antara resistance di level Rp14.393 dan Rp14.450, sementara support di level Rp14.180 dan Rp14.142.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir turun secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik yields obligasi dan berakhir ke 6,423% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury melejit di minggu ketiganya.

===

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2021 dilaporkan BI tetap tinggi sebesar 144,9 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2021 sebesar 145,9 miliar dolar AS.

Penurunan posisi cadangan devisa pada Desember 2021 antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8 bulan impor, serta berada di atas standar kecukupan internasional. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2021 tetap rendah dan berada di bawah kisaran sasaran 3,0±1%. Inflasi IHK 2021 tercatat sebesar 1,87% (yoy), meningkat dibandingkan dengan inflasi IHK 2020 sebesar 1,68% (yoy).

Berdasarkan data transaksi 3-6 Januari 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp1,68 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp2,93 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp1,25 triliun.

===

 

Tahun yang baru 2022 ini memberikan harapan baru, setelah tahun 2021 merupakan tahun yang bergejolak dan memberi sejumlah kejutan pasar. Tentunya, tidak ada janji bahwa tidak akan ada lagi gejolak di tahun ini. Pandemi virus corona nampaknya masih berlangsung, namun dengan harapan di tahun ini semakin surut kekuatannya. Di awal tahun ini ekspektasi percepatan pengetatan kebijakan moneter secara global semakin hangat yang memunculkan gejolak sentimen baru di pasar investasi. Harapan baru bagi kita bukanlah tenangnya pasar. Bukan. Itu tidak akan pernah terjadi, di samping pasar jadi tidak menarik lagi dalam keserbatenangannya. Harapan itu ada pada penguasaan pengetahuan dinamika pasar yang semakin baik. Untuk hal ini, teman setia investasi Anda siapa lagi kalau bukan vibiznews.com? Terima kasih bagi Anda semuanya, pembaca setia Vibiznews!

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here