Rekomendasi Mingguan EUR/USD 10 – 14 Januari 2022: Masihkah Bisa Bertahan?

1491

(Vibiznews – Forex) Setelah sempat naik ke sekitar 1.1368 pada hari Rabu, EUR/USD berbalik arah dan jatuh di bawah 1.1300 pada hari Kamis pagi dinihari dengan outlook kebijaksanaan Federal Reserve AS yang hawkish mengingatkan para investor akan berseberangannya kebijaksanaan the Fed dengan ECB, sehingga membuka pintu untuk kerugian lebih lanjut dalam jangka pendek. EUR/USD berhasil naik kembali ke 1.1361 dengan laporan NFP AS bulan Desember muncul bervariasi.

Memasuki minggu pertama dari tahun 2022 ada kejutan sekalipun tidak banyak berpengaruh terhadap pergerakan harga dari pasangan matauang EUR/USD. Kejutan terbesar datang dari Federal Reserve AS melalui risalah pertemuan FOMC-nya.

Risalah pertemuan FOMC Federal Reserve AS bulan Desember dipandang hawkish. Anggota FOMC melihat kenaikan tingkat bunga akan datang lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya dan dengan kecepatan yang lebih cepat, selain itu risalah ini juga memberikan signal potensi pengurangan dari neraca. Prospek uang akan ditarik dari pasar membuat saham-saham turun dan dollar AS mengalami kenaikan.

Yields obligasi 10 tahun AS lompat ke atas 1.70% di tengah ekspektasi kenaikan tingkat bunga pada bulan Maret dan tidak kurang dari empat kali kenaikan biaya pinjaman pada tahun ini. Jelas kelihatan bahwa para pembuat kebijakan di AS jauh lebih kuatir mengenai inflasi daripada yang benar-benar mereka perlihatkan.

Lihat: EUR/USD: Review 2021 & Outlook 2022

Sementara itu angka NFP AS muncul bervariasi. Sekali lagi, angka umum keluar mengecewakan dengan pertambahan pekerjaan hanya sebanyak 199.000, tanpa revisi yang substansial. Namun dipihak lain, tingkat pengangguran turun ke 3.9% dan pertumbuhan upah tetap tinggi di 4.7% YoY. Setelah reaksi awal sempat turun, dollar AS berhasil naik kembali. Kenaikan tingkat bunga pada bulan Maret tetap berjalan. Laporan NFP yang lemah juga membebani pasar saham AS.

Data NFP AS yang keluar gagal mengesankan pasar, namun partisipan pasar menganggap angkanya masih cukup bagus untuk the Fed meneruskan rencananya menaikkan tingkat bunga pada bulan Maret.

Tren data makro ekonomi AS yang kuat terus berlanjut ke 2022. ADP melaporkan lompatan pekerjaan di sektor swasta ke 807.000 di bulan Desember. Klaim pengangguran tetap bisa ditekan pada minggu terakhir dari tahun 2021. Purchasing Managers’ Indexes dari ISM juga menunjuk ke pertumbuhan yang solid.

Sementara itu, inflasi di zona euro terus mengalami peningkatan, naik sebesar 5% YoY di bulan Desember, rekor tertinggi, dari 4.9% pada bulan sebelumnya. Consumer Price Index (CPI) tahunan Jerman pada bulan yang sama juga mengalami kenaikan yang lebih besar daripada yang diperkirakan, mencapai 5.3%. Inflasi yang meroket ini membuka kembali spekulasi apakah ECB perlu meninggalkan sikap konservatifnya mengenai kebijakan moneter.

Retail Sales di Uni Eropa naik 1% MoM pada bulan Nopember dan 7.8% YoY – jauh lebih baik daripada yang diantisipasikan. Retail Sales Jerman naik 0.6% pada bulan yang sama, namun turun 2.9% secara basis tahunan.

Penurunan juga terjadi di PMI area Euro bulan Desember dengan angka final menunjukkan penurunan di dalam pertumbuhan bisnis pada akhir tahun 2021.

Perlambatan kemajuan ekonomi sebenarnya sudah dimulai sebelum munculnya varian coronavirus Omicron yang menunjukkan permulaan tahun yang lemah secara global. Penyebaran Omicron berlangsung dengan cepat, sementara angka kematian dan rumah sakit tetap rendah. Namun hal ini tetap menekan ekonomi ditengah terjadinya disrupsi yang substansial dalam hal jasa.

Minggu ini, Uni Eropa akan mempublikasikan Sentix Investors Confidence bulan Januari dan Industrial Production bulan Nopember.

Di Amerika Serikat, minggu ini semua mata memandang kepada data inflasi yang akan keluar. Apakah inflasi di AS telah mencapai puncaknya di bulan November? Paling tidak itulah harapannya untuk angka umum dari Consumer Price Index bulan Desember yang akna keluar pada hari Rabu. Turunnya harga minyak baru-baru ini kemungkinan telah menurunkan angka CPI dari ketinggian selama beberap decade di 6.8% YoY ke level yang lebih rendah di bulan Desember.

Namun jika angka CPI inti tetap tinggi di sekitar 5% YoY, investor kemungkinan akan terus memperhitungkan dalam perhitungan harga kenaikan tingkat bunga oleh the Fed pada bulan Maret. Harga-harga inti sangat tergantung kepada isu rantai supply, yang hanya membaik sedikit.

Pada hari Jumat, fokus bergerak ke konsumen. Statistik Retail Sales untuk bulan Desember diproyeksikan akan menunjukkan sedikit kenaikan, sesuai dengan data bulan Nopember yang lemah.

Yang terakhir pada minggu ini adalah University of Michigan’s preliminary Consumer Sentiment Index untuk bulan Januari, yang kemungkinan masih akan tetap tertekan.

Sementara Omicron sedang mengamuk di AS, kecil kemungkinannya pemerintah akan memberlakukan restriksi. Kelakuan konsumen boleh berubah, namun dalam setiap gelombang virus yang datang, dampak terhadap ekonomi terus turun.

“Support” terdekat menunggu di 1.1348  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1300 dan kemudian 1.1270. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1385 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1400 dan kemudian 1.1450.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here