Rekomendasi Mingguan GBP/USD 10 – 14 Januari 2022: Bullish Memimpin?

1682

(Vibiznews – Forex) Mengakhiri tahun dan memulai tahun yang baru dengan tren naik ke 1.3516 di tengah sentimen pasar yang positip, GBP/USD meneruskan kenaikannya ke 1.3592, dan ditutup di teritori yang positip dengan melemahnya dollar AS setelah laporan pekerjaan AS yang paling ditunggu, Non-Farm Payrolls bulan Desember, memberikan angka yang bervariasi.

Risalah pertemuan FOMC Federal Reserve AS bulan Desember dipandang hawkish. Anggota FOMC melihat kenaikan tingkat bunga akan datang lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya dan dengan kecepatan yang lebih cepat, selain itu risalah ini juga memberikan signal potensi pengurangan dari neraca. Prospek uang akan ditarik dari pasar membuat saham-saham turun dan dollar AS mengalami kenaikan.

Yields obligasi 10 tahun AS lompat ke atas 1.70% di tengah ekspektasi kenaikan tingkat bunga pada bulan Maret dan tidak kurang dari empat kali kenaikan biaya pinjaman pada tahun ini. Hal ini membatasi kenaikan dari GBP/USD.

Tren data makro ekonomi AS yang kuat terus berlanjut ke 2022. ADP melaporkan lompatan pekerjaan di sektor swasta ke 807.000 di bulan Desember. Klaim pengangguran tetap bisa ditekan pada minggu terakhir dari tahun 2021. Purchasing Managers’ Indexes dari ISM juga menunjuk ke pertumbuhan yang solid.

Sementara itu angka NFP AS muncul bervariasi. Sekali lagi, angka umum keluar mengecewakan dengan pertambahan pekerjaan hanya sebanyak 199.000, tanpa revisi yang substansial. Namun dipihak lain, tingkat pengangguran turun ke 3.9% dan pertumbuhan upah tetap tinggi di 4.7% YoY. Setelah reaksi awal sempat turun, dollar AS berhasil naik kembali. Kenaikan tingkat bunga pada bulan Maret tetap berjalan.

Lihat: GBP/USD: Review 2021 & Outlook 2022

Dengan berjalannya waktu, semakin banyak bukti bahwa varian baru Covid – 19 Omicron kurang menyakitkan daripada varian-varian sebelumnya seperti Delta. Omicron cepat menular karenanya masih mengancam akan bisa membuat National Health Service (NHS) Inggris kewalahan, namun pasar disemangati oleh keengganan pemerintah untuk mengenakan restriksi yang baru. Terlebih lagi, area di Greater London, dimana Omicron pertama kali muncul, kasus baru sudah mulai menurun sehingga memberikan harapan bahwa tsunami ini akan segera lenyap dengan relatip cepat.

Minggu ini, di Inggris meningkatnya tekanan di rumah sakit bisa memaksa PM Boris Johnson mengambil langkah sebaliknya yang bisa memukul poundsterling. Di pihak lain, optimisme dari London dan sekitarnya memberikan harapan yang bisa membuat sterling bersinar.

Kalender ekonomi Inggris minggu ini relatif ringan, tapi ada data GDP bulanan bulan Nopember yang bisa menggerakkan Sterling. Setelah membukukan tingkat pertumbuhan yang lemah di 0.1% pada bulan Oktober, GDP Inggris kemungkinan telah meningkat lebih cepat pada bulan Nopember. Selain itu data produksi industri juga menarik perhatian.

Sementara Brexit mengintai dari belakang. Dengan para pejabat di Eropa sudah mulai bertugas lagi, ketegangan bisa naik lagi. Sejauh ini tidak ada pergerakan dalam hal isu terbuka mengenai protokol Irlandia Utara. Setiap ada ketidaksetujuan publik mengenai topik ini atau topik lainnya, bisa memukul sterling, sementara tidak adanya berita berarti berita baik buat sterling.

Di Amerika Serikat, minggu ini semua mata memandang kepada data inflasi yang akan keluar. Apakah inflasi di AS telah mencapai puncaknya di bulan November? Paling tidak itulah harapannya untuk angka umum dari Consumer Price Index bulan Desember yang akna keluar pada hari Rabu. Turunnya harga minyak baru-baru ini kemungkinan telah menurunkan angka CPI dari ketinggian selama beberap decade di 6.8% YoY ke level yang lebih rendah di bulan Desember.

Namun jika angka CPI inti tetap tinggi di sekitar 5% YoY, investor kemungkinan akan terus memperhitungkan dalam perhitungan harga kenaikan tingkat bunga oleh the Fed pada bulan Maret. Harga-harga inti sangat tergantung kepada isu rantai supply, yang hanya membaik sedikit.

Pada hari Jumat, fokus bergerak ke konsumen. Statistik Retail Sales untuk bulan Desember diproyeksikan akan menunjukkan sedikit kenaikan, sesuai dengan data bulan Nopember yang lemah.

Yang terakhir pada minggu ini adalah University of Michigan’s preliminary Consumer Sentiment Index untuk bulan Januari, yang kemungkinan masih akan tetap tertekan.

Sementara Omicron sedang mengamuk di AS, kecil kemungkinannya pemerintah akan memberlakukan restriksi. Kelakuan konsumen boleh berubah, namun dalam setiap gelombang virus yang datang, dampak terhadap ekonomi terus turun.

Secara keseluruhan, pergerakan naik memimpin pada minggu ini.

“Support” terdekat menunggu di 1.3500 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3480 dan kemudian 1.3450. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3600 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3700 dan kemudian 1.3840.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here