Rekomendasi Mingguan Minyak 10 – 14 Januari 2022: Kemungkinan Turun karena Pulihnya Supply

243

(Vibiznews – Commodity) Memulai tahun yang baru dengan kenaikan di $75.22, harga minyak mentah WTI terus naik pada minggu pertama di tahun yang baru 2022. Setelah mengalami kenaikan ke $78.09, karena melemahnya dollar AS, harga minyak melanjutkan kenaikannya dengan sempat mencapai $80.11 karena berkurangnya supply minyak, sebelum akhirnya terkoreksi normal ke $78.58. Berkurangnya supply disebabkan kerusuhan di negara penghasil minyak Kazakhstan dan perbaikan infrastruktur minyak di Libya.

Harga minyak WTI tetap naik secara mingguan pada minggu lalu, meskipun saham-saham AS, terutama saham tehnologi, mengalami penurunan yang tajam akibat dari keluarnya risalah pertemuan FOMC the Fed AS yang hawkish yang mengakibatkan naiknya yields obligasi AS dan sekaligus mendorong naik USD. Sentimen yang buruk di saham menambah resiko turun terhadap harga minyak mentah WTI pada level ini, dimana minyak mentah relatif menjadi lebih mahal dibandingkan dengan saat dimana saham masih diperdagangkan pada rekor ketinggiannya.

Lihat: Minyak Mentah: Review 2021 & Outlook 2022

Meskipun demikian, harga minyak WTI mengalami tekanan jual pada hari terakhir dari minggu perdagangan pertama di tahun yang baru 2022. Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex, jatuh ke bawah $79 di $78.58. Penurunan harga minyak WTI ini disebabkan produksi minyak mentah di ibu kota dari Kazakhstan berhasil dipulihkan. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menyatakan bahwa ketertiban sebagian besar telah dipulihkan di negara itu, berkat bantuan pengerahan pasukan Rusia, sehingga protes massa yang meletus karena kenaikan harga bahan bakar dan telah menewaskan puluhan orang, berhasil dipadamkan.

Sementara itu, National Oil Corporation (NOC) milik negara Libya mengatakan pada hari Jumat bahwa pekerjaan pemeliharaan untuk jalur transmisi minyak mentah utama di Al-Waha Oil Company telah selesai, membawa kembali produksi minyak Libya menjadi sekitar 1 juta barel per hari. Produksi minyak Libya sempat turun menjadi 729.000 barel per hari dari ketinggian sebelumnya di 1,3 juta barel per hari karena infrastrukturnya sedang dalam reparasi dan pemeliharaan.

“Support” terdekat menunggu di $78.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $77.69 dan kemudian 77.05. “Resistance” yang terdekat menunggu di $79.74 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $80.40 dan kemudian $81.75.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here