IHSG Selasa Siang Terkoreksi ke Level 6.674; Searah Bursa Kawasan, Sektor Teknologi -4%

145
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (11/1) terpantau terkoreksi 17,072 poin (0,22%) ke level 6.674,052 setelah dibuka naik ke level 6.714,421. IHSG fluktuatif di dua zona lalu turun yang searah regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini bias melemah di tengah concern investor atas prediksi kenaikan suku bunga the Fed serta Dow Jones yang ditutup dalam koreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau menguat 0,07% atau 10 poin ke level Rp 14.297, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah menguat perlahan di sesi global sebelumnya; bergerak terbatas di antara investor menunggu pidato Chairman the Fed malam ini untuk arah pasar selanjutnya. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.307, serta terpantau berada di level seminggu terkuatnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 23,297 poin (0,35%) ke level 6.714,421. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,286 poin (0,35%) ke level 947,469. Siang ini IHSG melemah 17,072 poin (0,22%) ke level 6.674,052. Sementara LQ45 terlihat turun 0,22% atau 2,044 poin ke level 942,139.

Siang ini delapan dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor technology yang merosot 4,31%, diikuti sektor health yang turun 1,61%.

Tercatat sebanyak 158 saham naik, 369 saham turun dan 148 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 1.001.876 kali transaksi sebanyak 12,171 miliar lembar saham senilai Rp 7,550 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat mixed bisa melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,90%, dan Hang Seng yang naik 0,37%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Saraswati Anugerah (SAMF) -6,87%, Elang Mahkota (EMTK) -6,47%, Bank Neo Commerce (BBYB) -3.78%, dan Antam (ANTM) -2,70%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dari dua zona lalu turun searah regional, sementara bursa Asia melemah di tengah concern investor atas prediksi kenaikan suku bunga the Fed dan melajunya inflasi AS. Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merah karena sentimen kawasan, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.738 dan 6.754. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.529, dan bila tembus ke level 6.480.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here