Rekomendasi Minyak 11 Januari 2022: Tertekan Turun karena Berbagai Faktor

386

(Vibiznews – Commodity) Memulai minggu yang baru, harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex tertekan turun ke arah $78 di sekitar $78.27 sebagai koreksi bertahap dari kenaikan ke ketinggian di atas $80 pada minggu lalu.

Pada hari Jumat minggu lalu Bureau of Labor Statistics AS mengeluarkan publikasi bulanan dari Non-Farm Payrolls bulan Desember yang hanya menambah pekerjaan sebanyak 199.000, jauh di bawah dari yang diperkirakan sebesar 400.000 pekerjaan. Walaupun dollar AS menghadapi tekanan jual yang baru karena angka NFP yang mengecewakan ini, yields obligasi treasury AS 10 tahun lompat ke level terkuat sejak bulan Januari 2020 mendekati 1.8%, mengakibatkan naiknya dollar AS yang pada gilirannya menekan harga minyak turun. Partisipan pasar memperkirakan the Fed tetap pada jalur pengetatannya karena inflasi dari upah yang lebih kuat daripada yang diperkirakan dan rendahnya tingkat pengangguran.

Sementara kenaikan harga minyak mentah minggu lalu disebabkan karena isu berkurangnya supply karena produksi Kazakhstan sebanyak 1,6 juta barel per hari masih akan harus menghadapi disrupsi dan National Oil Company (NOC) Libya pada hari Kamis mengatakan bahwa produksi minyak mereka sekarang hanya bisa mencapai 700.000 barel per hari karena infrastrukturnya sedang dalam reparasi dan pemeliharaan sedangkan pada akhir tahun lalu produksi mereka bisa mencapai 1,3 juta barel per hari, namun saat ini di Kazakhstan menurut Presiden Kazakhstan situasi sudah dalam kontrol dan NOC Libya mengatakan pada hari Jumat bahwa pekerjaan pemeliharaan untuk jalur transmisi minyak mentah utama di Al-Waha Oil Company telah selesai, sehingga supply sudah kembali normal. Hal ini menambah tekanan turun harga minyak mentah WTI.

Selain itu, pasar juga mencatat bahwa lockdown di Cina baru-baru ini karena penyebaran varian baru Covid – 19 Omicron dapat mengganggu permintaan minyak dari negara pengimpor terbesar minyak mentah di dunia. Hal ini juga mendorong turun harga minyak mentah WTI.

“Support” terdekat menunggu di $78.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $77.69 dan kemudian 77.05. “Resistance” yang terdekat menunggu di $79.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $79.74 dan kemudian $80.40.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here