Data Ekonomi Domestik Positif, Capital Inflow Mengalir — Domestic Market Outlook, 17-21 January 2022 by Alfred Pakasi

313

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Sederet data ekonomi yang positif menopang kinerja pasar keuangan domestik yang menahan sentimen negatif luar terkait arah pengetatan kebijakan moneter global.
  • Capital inflow mengalir cukup deras, sekitar Rp8,6 triliun minggu lalu, menurut data BI.
  • Optimisme pasar tampak berlanjut di bulan pertama tahun 2022 ini.

Minggu berikutnya, isyu antara prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, serta perkembangan pandemi virus corona, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 17-21 January 2022.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi tipis setelah rally 3 minggu berturut-turut, di antara sentimen negatif bursa global oleh prospek pengetatan kebijakan moneter namun aksi beli investor asing cukup deras ke IHSG. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya variatif. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 0,12%, atau 7,915 poin, ke level 6.693,401. Untuk minggu berikutnya (17-21 Januari 2022), IHSG masih bertenaga untuk menghampiri lagi posisi rekornya. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.738 dan 6.754. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.529, dan bila tembus ke level 6.480.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu balik menguat dari koreksi 2 minggu ditopang oleh arus dana masuk di pasar SBN, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat 0,44% ke level Rp 14.294. Sementara, dollar global terpantau melemah. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan bergerak agak rangebound, atau kemungkinan rupiah dalam konsolidasi di awal pekannya, dalam range antara resistance di level Rp14.404 dan Rp14.450, sementara support di level Rp14.235 dan Rp14.180.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir naik secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yields obligasi dan berakhir ke 6,402% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berbaliknya aksi beli investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury menanjak di minggu keempatnya.

===

Kinerja sektor Industri Pengolahan triwulan IV 2021 terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi. Hal itu tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 50,17%, meningkat dari 48,75% pada triwulan III 2021. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, dengan indeks tertinggi pada komponen Volume Produksi, Volume Total Pesanan dan Volume Persediaan Barang Jadi.

Kinerja penjualan eceran diprakirakan meningkat secara bulanan pada Desember 2021 didorong meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2021 sebesar 206,9 atau secara bulanan tumbuh 3,0% (mtm).

Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat pada Desember 2021. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2021 sebesar 118,3 atau berada pada area optimis, relatif stabil dibandingkan dengan indeks pada November 2021 sebesar 118,5. Tetap kuatnya optimisme konsumen pada Desember 2021 ditopang oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini yang meningkat.

Berdasarkan data transaksi 10-13 Januari 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp8,65 triliun terdiri dari beli neto di pasar SBN sebesar Rp6,22 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp2,43 triliun.

===

 

Lebih jauh memasuki tahun 2022, pasar terpantau cukup fluktuatif pada berbagai instrumen investasi. Situasi ekonomi global dan perkembangan pandemi terlihat serba tidak menentu. Sebagian investor mungkin menyebutkan bahwa pasar sedang tidak jelas arahnya. Sebagian lagi memandang ini sebagai sebagai kesempatan untuk suatu active trading karena dinamika pasar yang lumayan belakangan ini. Tentunya ini harus didukung dengan skill dan knowledge. Bersama vibiznews.com Anda bisa mengembangkan hal-hal tersebut secara optimum. Selamat menuai sukses Anda kembali di tahun ini, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here